Sabtu, 02 Oktober 2010

Data Penjualan Produk Motor


Dalam dua tahun terakhir, PT Astra Honda Motor (AHM) telah menginvestasikan dana senilai 800 juta dollar AS. Investasi sebesar itu dipergunakan perusahaan patungan antara Jepang dan Indonesia ini untuk memperkuat manufaktur dan industri komponen guna meningkatkan kandungan lokal.
                 Dengan demikian, produk kendaraan roda dua dengan merek Honda makin kuat kompetisinya. Demikian dikatakan Presiden Direktur PT Astra Honda Motor Minoru Yamashita saat peluncuran sepeda motor Honda unit ke-10 juta di Jakarta, Senin (26/5).
                Pelepasan produk ke-10 juta itu dilakukan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan yang juga mantan Presiden Direktur PT Astra International, Rini MS Soewandi.
                  "Saya melihat, saat ini pangsa pasar sepeda motor di Indonesia sungguh luar biasa sehingga kami akan menambah nilai investasi, termasuk akan meluncurkan produk baru. Namun, berapa besar jumlah investasinya kita masih melihat minat masyarakat di Indonesia," kata Minoru Yamashita.
                Perkembangan produksi sepeda motor Honda di Indonesia, papar Yamashita, tergolong sangat pesat karena dalam kurun waktu 32 tahun sudah mampu memproduksi unit yang ke-10 juta.
                 "Inilah rekor kedua dalam produksi sepeda motor Honda setelah Jepang. Di Jepang sendiri membutuhkan waktu 56 tahun baru bisa memproduksi sepeda motor Honda sebesar 60 juta unit," ujarnya.
                 Namun, yang jelas, dari data yang ada, tren pertumbuhan sepeda motor di kawasan Asia cukup tinggi, khususnya untuk jenis sepeda motor. Produk motor bebek ini paling kuat masuk ke pasar di Indonesia, Thailand, dan Vietnam.
                  Dari ketiga negara tersebut, Indonesia termasuk yang paling tinggi peminat, sedangkan di Thailand pertumbuhan berjalan agak lambat.
                Sementara itu, data dari kalangan produsen motor di Indonesia menunjukkan angka penjualan sepeda motor Honda (Astra) periode Januari hingga April 2003 mencapai 484.907 unit. Non-Astra mencapai 334.329 unit dalam periode empat bulan itu.
                  Dari total volume penjualan sepeda motor Honda tersebut, 437.955 unit adalah produk sepeda motor bebek. Sementara produk non-Astra juga didominasi jenis motor bebek, yakni mencapai 296.817 unit. Berarti produk nonbebek hanya mencapai 37.529 unit. Volume meningkat
                Hal itu dibenarkan oleh Direktur Pemasaran PT AHM Johanes Hermawan. Selama Januari-April 2003 pangsa motor motor Honda meningkat tajam. Hal tersebut bisa dibandingkan dengan data penjualan pada bulan lalu.
                  Pada periode Januari-April 2003 ini bisa mencapai 480.000 yang meliputi jenis Honda Supra 200.000 unit, Kharisma 122.000 unit, dan Honda Legenda 78.000 unit serta sisanya dari Honda tipe lainnya.
                 Jumlah ini meningkat 40.000 unit dibandingkan penjualan dalam periode yang sama tahun 2002, yakni 440.000 unit. "Melihat trennya, manajemen AHM memprediksikan total penjualan tahun 2003 mencapai 1,5 juta unit, " kata Hermawan.
     
                 Mengenai ekspor, Hermawan mengatakan, setiap negara memiliki selera yang berbeda. Oleh karena itu, Indonesia tidak pernah mengekspor sepeda motor Honda.
                 Namun, yang bisa diekspor oleh mereka sampai saat ini masih dalam bentuk terurai atau suku cadangnya. Kemudian produk atau suku cadang yang diekspor itu disesuaikan dengan selera atau jenis sepeda motor yang diinginkan oleh masyarakat. Namun, khusus ke Timor Timur, yang diekspor bukan suku cadang, tetapi bentuk jadinya.
SUMBER:
1. KOMPAS
2. www.google.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sabtu, 02 Oktober 2010

Data Penjualan Produk Motor


Dalam dua tahun terakhir, PT Astra Honda Motor (AHM) telah menginvestasikan dana senilai 800 juta dollar AS. Investasi sebesar itu dipergunakan perusahaan patungan antara Jepang dan Indonesia ini untuk memperkuat manufaktur dan industri komponen guna meningkatkan kandungan lokal.
                 Dengan demikian, produk kendaraan roda dua dengan merek Honda makin kuat kompetisinya. Demikian dikatakan Presiden Direktur PT Astra Honda Motor Minoru Yamashita saat peluncuran sepeda motor Honda unit ke-10 juta di Jakarta, Senin (26/5).
                Pelepasan produk ke-10 juta itu dilakukan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan yang juga mantan Presiden Direktur PT Astra International, Rini MS Soewandi.
                  "Saya melihat, saat ini pangsa pasar sepeda motor di Indonesia sungguh luar biasa sehingga kami akan menambah nilai investasi, termasuk akan meluncurkan produk baru. Namun, berapa besar jumlah investasinya kita masih melihat minat masyarakat di Indonesia," kata Minoru Yamashita.
                Perkembangan produksi sepeda motor Honda di Indonesia, papar Yamashita, tergolong sangat pesat karena dalam kurun waktu 32 tahun sudah mampu memproduksi unit yang ke-10 juta.
                 "Inilah rekor kedua dalam produksi sepeda motor Honda setelah Jepang. Di Jepang sendiri membutuhkan waktu 56 tahun baru bisa memproduksi sepeda motor Honda sebesar 60 juta unit," ujarnya.
                 Namun, yang jelas, dari data yang ada, tren pertumbuhan sepeda motor di kawasan Asia cukup tinggi, khususnya untuk jenis sepeda motor. Produk motor bebek ini paling kuat masuk ke pasar di Indonesia, Thailand, dan Vietnam.
                  Dari ketiga negara tersebut, Indonesia termasuk yang paling tinggi peminat, sedangkan di Thailand pertumbuhan berjalan agak lambat.
                Sementara itu, data dari kalangan produsen motor di Indonesia menunjukkan angka penjualan sepeda motor Honda (Astra) periode Januari hingga April 2003 mencapai 484.907 unit. Non-Astra mencapai 334.329 unit dalam periode empat bulan itu.
                  Dari total volume penjualan sepeda motor Honda tersebut, 437.955 unit adalah produk sepeda motor bebek. Sementara produk non-Astra juga didominasi jenis motor bebek, yakni mencapai 296.817 unit. Berarti produk nonbebek hanya mencapai 37.529 unit. Volume meningkat
                Hal itu dibenarkan oleh Direktur Pemasaran PT AHM Johanes Hermawan. Selama Januari-April 2003 pangsa motor motor Honda meningkat tajam. Hal tersebut bisa dibandingkan dengan data penjualan pada bulan lalu.
                  Pada periode Januari-April 2003 ini bisa mencapai 480.000 yang meliputi jenis Honda Supra 200.000 unit, Kharisma 122.000 unit, dan Honda Legenda 78.000 unit serta sisanya dari Honda tipe lainnya.
                 Jumlah ini meningkat 40.000 unit dibandingkan penjualan dalam periode yang sama tahun 2002, yakni 440.000 unit. "Melihat trennya, manajemen AHM memprediksikan total penjualan tahun 2003 mencapai 1,5 juta unit, " kata Hermawan.
     
                 Mengenai ekspor, Hermawan mengatakan, setiap negara memiliki selera yang berbeda. Oleh karena itu, Indonesia tidak pernah mengekspor sepeda motor Honda.
                 Namun, yang bisa diekspor oleh mereka sampai saat ini masih dalam bentuk terurai atau suku cadangnya. Kemudian produk atau suku cadang yang diekspor itu disesuaikan dengan selera atau jenis sepeda motor yang diinginkan oleh masyarakat. Namun, khusus ke Timor Timur, yang diekspor bukan suku cadang, tetapi bentuk jadinya.
SUMBER:
1. KOMPAS
2. www.google.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar