Senin, 07 November 2011

Komoditas Kulit Hewan di Indonesia

  Pemanfaatan kulit hewan untuk kepentingan manusia berjalan searah dengan perkembangan peradaban manusia. Dari keseluruhan produk sampingan hasil pemotongan ternak, maka kulit merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis yang paling tinggi. Berat kulit sapi, kambing, dan kerbau memiliki kisaran 7-10% dari berat tubuh. Secara ekonomis, kulit memiliki harga berkisar 10-15% dari harga ternak.
  1. Permintaan dan Penawaran Kulit Sapi dan Kambing
    Kebutuhan kulit di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri kulit di tanah air. Meski banyak alternatif kulit hewan dipasaran untuk dijadikan bahan baku produk, kulit kambing dan domba masih menduduki peringkat permintaan tertinggi. Kualitas prima menjadi alasan utama kulit itu diminati. Tak hanya pasar dalam negeri, permintaan dari luar negeri terus berdatangan. Bahkan, dari negara-negara di Eropa dan Amerika.
     Banyaknya permintaan kulit hewan ini digunakan untuk industri seperti jaket, sepatu, tas, dan kerajinan tangan. Untuk mendapatkan bahan baku biasanya pengusaha langsung datang ke tempat pemotongan hewan atau sejenisnya. Pengusaha biasanya membeli dalam jumlah yang banyak, tapi terkadang dalam mencari bahan baku pengusaha mendapat kesulitan yaitu sulitnya mendapatkan bahan baku yang baik dan bermutu. Tapi hal tersebut dapat diatasi dengan memperluas area untuk mendapatkan bahan baku tersebut.
   Harga kulit hewan ini bervariasi sesuai dengan mutu dari kulit tersebut. Biasanya penawaran dan permintaan kulit hewan seperti domba, kambing, sapi, dan kerbau meningkat saat Hari Raya Idul Adha. Banyaknya hewan kurban yang disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha tahun ini membuat kulit hewan kurban banyak diburu. Dalam satu lembar kulit kambing penjual menghargainya berkisar antara Rp 35.000,- sampai Rp 45.000,-. Sedangkan untuk harga kulit sapi penjual menghargainya antara Rp 11.000,- sampai Rp 12.000,- setiap per kilogramnya. Setiap Idul Adha rata-rata penjual bisa memperoleh 2000 sampai dengan 3000 lembar kulit, baik kulit kambing maupun kulit sapi. 
     Sebelum diolah menjadi bahan industri atau kerajinan, kulit harus melalui proses pengawetan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan struktur dan keadaan kulit, untuk tujuan penyimpanan dalam waktu yang relatif lama, dan agar kulit dapat dikelompokan menurut besar dan kualitasnya. Dan proses pengawetannya dapat dengan bermacam cara, seperti penggaraman dan pemakaian zat kimia.
      2. Potensi dan Karakteristik Bisnis Kulit di Indonesia
     Potensi bisnis kulit di Indonesia masih sangat besar, hal ini disebabkan masih sedikitnya industri besar yang mengolah secara intensif. Kalaupun ada kapasitasnya belum mampu memenuhi permintaan pasar. Sebagai contoh industri kulit hanya mampu menghasilkan 350.000.000 sqft/tahun sedangkan permintaan untuk industri alas kaki maupun untuk barang jadi sebesar 673.000.000 sqft/tahun sehingga setiap tahunnya terjadi kekurangan 323.000.000 sqft. Selain masih sedikitnya industri besar yang mengolah secara intensif bisnis ini, sulitnya bahan baku menjadi faktor masih besarnya peluang bisnis ini.
     Secara umum karakteristik industri kulit dan produk kulit ini antara lain sebagai berikut :
  • Padat Karya, bahwa industri kulit dan produk kulit memerlukan tenaga kerja terampil dan ahli dari perkulitan
  • Padat Modal, artinya bahwa dalam pendirian industri kulit dan produk kulit memerlukan modal yang cukup besar untuk pembelian mesin-tenaga, tanah, dan SDM yang ahli dalam perkulitan
  • Padat Teknologi, artinya bahwa dalam proses produksinya kulit dan produk kulit memerlukan beberapa tahapan seperti dalam proses penyamakan, proses pewarnaan, proses penghalusan, dan proses dalam finishing yang kesemuanya merupakan tahapan yang menggunakan teknologi
  • Industri kulit dan produk kulit termasuk industri yang tidak ramah lingkungan, terutama dampak lingkungan yang disebabkan dalam proses penyamakan menjadi kulit jadi. Dimana prosesnya menggunakan bahan baku kimia yang cukup berbahaya
  • Dilihat dari karakternya kapasitas industri kulit dan produksi kulit terdiri dari industri kecil, industri menengah, dan besar. Untuk kapasitas produksi IKM rata-rata sebesar 250.000 sqft per tahun sedangkan industri besar rata-rata sebesar 20.000.000 sqft per tahun.
Sumber :
  1. Karakteristik Industri Kulit di Indonesia
  2. Teknologi Pengawetan dan Pengolahan Kulit
  3. Kulit Domba dan Kambing Jadi Primadona
  4. Pengepul Kulit Meningkat
Mata Kuliah Teori Ekonomi - Dr. Prihantoro
Kelompok 15: Ayu Mulyaningsih dan Ely Puji Setianingsih

Minggu, 06 November 2011

SARJANA MAGISTER (SARMAG) UNIVERSITAS GUNADARMA

Apa yang dimaksud dengan sarmag? Sarmag adalah program beasiswa akselerasi yang diadakan oleh Universitas Gunadarma. Program ini meliputi tiga tahun empat bulan pendidikan S1, dan satu tahun pendidikan S2. Jadi, total pembelajaran dalam program ini kira-kira adalah empat tahun empat bulan.
Bagaimana cara mendapatkan beasiswa ini? Disini saya akan menceritakan pengalaman saya masuk sarmag. Saya adalah mahasiswi Sarmag Akuntansi 2010 Universitas Gunadarma, yang merupakan angkatan keempat untuk jurusan Akuntansi (SMAK04). Hal pertama yang dinilai adalah IPK semester 1 dan 2. IPK kita minimal harus 3.5. Selanjutnya ketika saya sedang menikmati liburan semester di rumah, saya mendapatkan sms dari panitia sarmag bahwa saya diundang untuk mengikuti briefing pertama yang diadakan pada tanggal 12 September 2011 pukul 13.00 WIB di kampus D Margonda. Sms itu saya terima pada tanggal 10 September 2011 pukul 09.49.37 WIB. Spontan saya kaget campur senang membaca sms tersebut.
Pada tanggal 12 September 2011, saya mendatangi kampus D untuk memenuhi undangan beasiswa ini. Disana saya diberi tahu semua mengenai sarmag, jadwal untuk mengikuti tes TOEFL yang diadakan pada tanggal 14 September 2011, dan jadwal untuk mengikuti tes interview pada tanggal 15 September 2011. Syarat TOEFL yang harus dipenuhi adalah 500. Pada saat interview, disarankan untuk tidak tegang karena pertanyaannya tidak jauh dari kehidupan kita sehari-hari. Santai, rileks, dan enjoy aja! Anggap saja seperti curhat ke dosen.
Mengenai pengumuman seleksi, diperkirakan tanggal 17 September 2011 pukul 10.00 WIB via telpon. Di tanggal 17 September, perasaan saya campur aduk. Kadang saya berpikir optimis, kadang juga pesimis saat itu. Akhirnya telpon yang ditunggu-tunggu berdering juga. Saat itu memang ada telpon dari kampus, tetapi bukan untuk memberikan pengumuman, melainkan untuk menyuruh saya kuliah seperti biasa dulu di kelas reguler. Saya kaget. Apa ini berarti saya tidak lolos seleksi? Saya tanya teman-teman saya yang juga mengikuti seleksi ini, ternyata jawabannya berbeda-beda. Ada yang disuruh ikut kursus lagi di kampus Gunadarma di Simatupang, ada juga yang disuruh ikut kursus di kampus Gunadarma Margonda. Selama perkuliahan di kelas reguler, saya galau, tidak fokus karena masih penasaran dengan pengumuman seleksi tersebut. Akhirnya pengumuman dilakukan pada tanggal 29 September 2011. Saat itu saya sedang berada di dalam kelas, tepatnya sedang jam istirahat. Ketika saya dan teman-teman sedang asik-asiknya membahas tugas, tiba-tiba handphone saya bergetar, saya pikir hanya sms, dibacanya nantin saja. Handphone saya terus bergetar, saya angkat telepon tersebut dan ternyata pihak panitia menelpon saya. Mereka mengabarkan bahwa saya lolos semua seleksi dan beliau memberitahukan bahwa akan diadakan briefing kedua di kampus Universitas Gunadarma yang berada di Simatupang.
Mengenai biaya yang harus dibayar, biaya ini tentu tidak full free. Untuk pendidikan S1, biaya sama seperti program reguler Untuk yang pendidikan S2, biaya normalnya adalah Rp97.600.000, tetapi bagi mahasiswa sarmag hanya Rp10.000.000 yang dibayarkan. Dengan biaya Rp.10.000.000 ini kita mendapat satu unit laptop dari kampus, dan akan mendapatkan kursus, selain itu ruang belajar yang asik, fasilitas yang cukup lengkap, dan dosen yang rata-rata memiliki gelar doktoral. Di program sarmag ini tidak memakai sistem semester, melainkan trimester. Jadi, selama satu tahun kita menyelesaikan tiga trimester.
Satu lagi, mahasiswa sarmag ini juga memiliki kesempatan untuk kuliah di luar negri. Untuk jurusan Akuntansi, mahasiswa yang terpilih akan dikuliahkan ke China.
Dari sini saya belajar untuk berusaha terus menerus. Awalnya saya berpikir, saya takut kalau tidak bisa mengikuti pelajaran di program sarmag ini, tetapi berkat dukungan keluarga dan teman-teman, saya memutusakan untuk mengambil beasiswa ini. Lagipula, jika kita terus berpikiran seperti itu, kapan kita bisa maju? Kesempatan tidak datang dua kali, guys! Ini bukan akhir dari segala perjuangan saya, melainkan awal dari perjuangan saya.

Sabtu, 05 November 2011

Pergeseran Kurva Penawaran


Pergeseran kurva penawaran baju (shirts) ke kanan pada gambar (a) menunjukkan terjadinya kenaikan penawaran baju dengan harga yang konstan. Pergeseran kurva penawaran baju (shirts) ke kiri pada gambar (b) menunjukkan terjadinya penurunan penawaran dengan harga yang konstan juga.

Hal-hal yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran tersebut antara lain:
  •   Prices of Relevant Resources (Harga Sumber Daya yang Relevan)
Apabila terjadi penurunan biaya pada sumber daya untuk membuat baju, misalnya adalah kain, maka produsen akan memproduksi baju dengan kuantitas yang lebih banyak dan harga yang tetap.  Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
Apabila terjadi kenaikan biaya pada kain tersebut, maka produsen akan memproduksi baju tersebut dengan kuantitas yang lebih sedikit dan harga yang tetap. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).

  •   Technology (Penggunaan Teknologi)
Faktor teknologi akan memengaruhi output barang atau jasa yang akan dihasilkan produsen. Semakin tinggi teknologi, semakin cepat barang yang dihasilkan (dalam hal ini adalah baju), maka semakin besar pula penawaran baju yang terjadi, tetapi tetap dengan harga yang konstan. Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
Sebaliknya, apabila produsen tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada, produsen akan memakan waktu yang lama untuk memproduksi baju, maka penawaran baju yang terjadi sedikit dengan harga yang konstan. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).

  •   Number of Sellers (Banyaknya Penjual)
Banyaknya penjual mempengaruhi penawaran yang terjadi di pasar. Semakin banyak penjual yang menjual baju, maka penawaran baju semakin banyak. Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
Sebaliknya, semakin sedikit penjual yang menjual baju, maka penawaran baju berkurang. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).

  •   Expectation of Future Prices (Perkiraan Harga di Masa Depan)
Perkiraan harga di masa depan mempengaruhi penawaran yang terjadi di pasar. Apabila diperkirakan harga baju di masa depan turun, maka produsen akan lebih banyak menawarkan barang dagangannya saat ini. Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
Apabila diperkirakan harga baju di masa depan naik, maka produsen akan mengurangi penawaran saat ini sehingga produsen dapat menawarkan barang dagangannya lebih bayak di masa depan. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).

  •   Taxes and Subsidies (Pajak dan Subsidi)
Pajak dan subsidi sangat berpengaruh pada penawaran yang terjadi di pasar. Semakin tinggi pajak yang dibayarkan oleh produsen, maka produsen akan mengurangi jumlah penawaran baju di pasar. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).
Apabila produsen menerima subsidi dari pemerintah, maka produsen akan menambah jumlah penawaran baju di pasar. Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
  •   Government Restrictions (Pembatasan Pemerintah)
Apabila pemerintah membuat kebijakan untuk meningkatkan  jumlah produksi baju yang diproduksi produsen, maka produsen akan menaikkan kuantitas baju dan otomatis meningkatkan penawaran yang terjadi di pasar. ini terkait dengan kurva (a).
 Apabila pemerintah membuat kebijakan untuk menurunkan jumlah produksi baju yang diproksi produsen, maka produsen akan menurunkan kuantitas baju dan otomatis akan menurunkan penawaran yang terjadi di pasar. ini terkait dengan kurva (b).


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran

Mata Kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

Price Ceiling dan Price Floor

Equilibrium Price dan Equilibrium Quantity terjadi pada saat penjual dan pembeli bertemu dan menentukan suatu keputusan yang sama-sama menguntungkan kedua pihak tersebut.
Pada kurva ekulibrium, Equilibrium Price dan Equilibrium Quantity ditemukan dalam suatu titik tertentu yang terhubung dari adanya kurva permintaan dan penawaran. Pada saat telah ditentukannya Equilibrium Price, ternyata pemerintah membuat kebijakan, yaitu diadakannya Price Ceiling. Price ceiling inibertujuan untuk mengontrol penjual agar tidak sesuka hati menentukan harga dari suatu barang. Price ceiling merupakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang artinya para penjual dapat menjual barang dagangannya dengan harga yang batas maksimumnya sesuai dengan HET tersebut.
Price ceiling menciptakan shortage karena kuantitas permintaan lebih besar dari kuantitas penawaran (Qd > Qs). Artinya, dalam hal ini jumlah barang yang diminta lebih banyak dari jumlah barang yang ditawarkan, sehingga barang yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan yang ada, maka terjadilah shortage atau kekurangan. Besarnya shortage adalah selisih dari kuantitas permintaan dan kuantitas penawaran. Pada kurva di atas shortage yang terjadi adalah sebesar 90.

Hal yang sebaliknya terjadi pada Price Floor. Price floor menciptakan surplus karena kuantitas penawaran lebih besar dari kuantitas permintaan (Qs > Qd). Artinya, dalam hal ini jumlah barang yang ditawarkan lebih banyak daripada jumlah barang yang diminta, sehingga barang yang ada sangat cukup untuk memenuhi permintaan yang ada, maka terjadilah surplus atau kelebihan. Besarnya surplus adalah selisih dari kuantitas penawaran dan kuantitas permintaan. Pada kurva di atas surplus yang terjadi adalah sebesar 90. Dalam hal ini, terjadi kelebihan barang yang ditawarkan sehingga barang yang lebih ini dapat digunakan untuk kegiatan ekspor oleh suatu negara.

Mata Kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

Sabtu, 22 Oktober 2011

Globalisasi

  • Pengertian Globalisasi
    Globalisasi memiliki kata dasar global yang berarti seluruhnya; menyeluruh; umumnya. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, globalisasi memiliki arti pengelolaan seluruh aspek kehidupan; perwujudan (perombakan/ peningkatan/ perubahan) secara menyeluruh di segala aspek kehidupan. Konsep globalisasi memiliki pengertian yang beragam. Istilah globalisasi dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya. Dalam keadaan global apa saja dapat masuk sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol. Dalam hal proses internasionalisasi ini, semua negara cepat atau lambat akan mengalaminya dalam berbagai bidang atau struktur kehidupan. Globalisasi juga merujuk pada perpindahan nilai, terutama cara berpikir dan gaya bertindak dari satu wilayah negara ke wilayah dunia lain.
    Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi antara lain adalah globalisasi informasi seperti berita, televisi, dan bahan siaran. Demikian juga dalam bidang ekonomi (perdagangan), teknologi, wawasan, perilaku, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Perkembangan global lainnya adalah globalisasi bidang kependudukan (migrasi dan lapangan kerja internasional), gejala lingkungan hidup (pemanasan global), gaya hidup, politik ekonomi seperti munculnya masyarakat ekonomi, wilayah pertumbuhan lintasnegara seperti APEC, AFTA, dan sebagainya.
    •  Fenomena Globalisasi
    Menurut Budiyanto, fenomena globalisasi yang dihadapi manusia dapat ditandai oleh beberapa hal, diantaranya:
    1. Arus Etnis, ditandai dengan banyaknya imigran, turis, pengungsi, tenaga kerja, dan pendatang. Arus manusia ini telah melewati batas-batas negara.
    2. Arus Teknologi, ditandai dengan munculnya multinational coorporation dan transnational coorporation yang kegiatannya dapat menembus batas-batas negara.
    3. Arus Keuangan, ditandai dengan banyaknya investasi yang dilakukan oleh suatu negara ke negara lain.
    4. Arus Media, ditandai dengan makin banyaknya media cetak dan elektronik. Berbagai peristiwa di belahan bumi dapat kita ketahui dengan cepat dengan adanya media elektronik yang semakin update.

    • Tantangan Globalisasi
    Menurut Budiyanto, tantangan globalisasi yang mendasar dan yang akan kita hadapi antara lain:
    1. Sikap individualisme, ditandai dengan munculnya kecenderungan mengutamakan kepentingan diri sendiri atas kepentingan bersama, memudarkan solidaritas dan gotong royong.
    2. Apresiasi generasi muda, ditandai dengan banyaknya generasi muda yang sudah melupakan para pejuang dan jati diri bangsanya karena adanya hal yang baru.
    3. Perbedaan masyarakat, ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok masyarakat dengan profesi tertentu yang terus berkompetisi dalam berbagai bidang kehidupan untuk mencapai kesejahteraan yang bertaraf internasional.


    • Dampak Globalisasi
    Dampak Positif dari globalisasi, yaitu:
    1. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mempermudah manusia dalam berinterkasi
    2. Peningkatan mobilitas sosial dan pengukuhan kelas menengah
    3. Komunikasi yang lebih mudah dan murah
    4. Peluang bagi berbagai negara untuk saling berinterkasi dan bekerjasama
    Dampak negatif dari globalisasi, yaitu:
    1. Masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa dan identitas suatu bangsa
    2. Eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang makin besar
    3. Dalam bidang ekonomi, berkembang nila-nilai konsumerisme
    4. Timbulnya dominasi negara-negara maju yang mempunyai kekuatan yang lebih besar.

    Sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi
    Budiyanto. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
       Mata Kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

      Kegiatan Ekonomi dalam suatu Negara

      Masyarakat memiliki pendapatan atau penghasilan yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan ekonomi. Kegiatan tersebut diantaranya adalah konsumsi (C), membayar pajak (Tx), dan menabung (S). Saya akan menjelaskan kegiatan ekonomi yang ada di dalam suatu negara.
      Kegiatan ini melibatkan produsen sebagai sektor riil, pemerintah (government), dan bank sebagai sektor moneter. Kegiatan ini diawali dengan masyarakat yang melakukan konsumsi ke pihak produsen. Konsumsi ini berguna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri.
      Kegiatan selanjutnya adalah pembayaran pajak kepada pihak pemerintah. Besarnya pajak tersebut disesuaikan dengan besarnya penghasilan masyarakat itu sendiri.
      Selain itu, pihak yang dilibatkan selajutnya adalah bank. Masyarakat melakukan kegiatan menabung di bank. Bank berfungsi sebagai penyimpan dana masyarakat.
      Ada masyarakat lain yang juga memiliki kegiatan ekonomi yang lainnya, seperti investasi, membuat kebijakan, dan meminjam uang atau kredit. Pihak yang dilibatkan sama seperti kegiatan sebelumnya, yaitu produsen, pemerintah, dan bank.
      Yang pertama, masyarakat melakukan investasi ke pihak produsen agar produsen dapat menginovasikan produknya. Investasi dapat berupa saham atau obligasi. Saham adalah bukti kepemilikan. Jika perusahaan yang ditanamkan modal memiliki profit atau keuntungan, maka para pemegang saham akan mendapatkan deviden sebagai laba yang dibagi, selain laba yang dibagi, ada juga laba ditahan. Para pemegang saham harus memilih keuntungan yang akan didapatkan, deviden atau capital gain.Jika ingin memilih capital gain, maka pemegang saham harus menarik saham yang ada di perusahaan tersebut dan menjualnya. Jika harga jual lebih besar dari harga beli saham, maka pemegang saham mendapatkan capital gain sesuai dengan selisih harga tersebut. Jika harga beli lebih besar dari harga jual, maka pemegang saham mendapatkan capital loss sesuai dengan selisih harga tersebut. Berbeda halnya dengan obligasi. Obligasi adalah surat hutang. Dengan membeli obligasi ini, pemilik akan mendapatkan bunga (i) atau disebut juga diskonto.
      Selain investasi itu, produsen juga memberikan feedback berupa upah (w), sewa (r), bunga (i), dan keuntungan (p) kepada para pemilik faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
      Yang kedua , masyarakat melaksanakan kegiatan ekonomi yang nantinya akan menghasilkan suatu kebijakan. Kebijakan tersebut akan ditentukan oleh pemerintah, dan kebijakan ini harus dilaksanakan oleh semua pelaku ekonomi. Kebijakan ini yang meliputi subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat agar bisa mengembangkan usahanya.
      Yang ketiga adalah kredit. Bank selain berfungsi sebagai penyimpan dana masyarakat juga berfungsi sebagai peminjam uang atau kredit kepada masyarakat. Selain itu, bank juga memberikan bunga kepada masyarakat yang sudah menabung agar semakin rajin menabung.
      Dengan berinvestasi dan menabung, masyarakat akan mendapatkan bunga. Bunga investasi dengan bunga tabungan berbeda. Apabila bunga investasi lebih besar dari bunga tabungan, maka masyarakat cenderung memilih berinvestasi. Jika sebaliknya yaitu bunga tabungan lebih besar dari bunga investasi, maka masyarakat cenderung memilih menabung. Agar terjadi flow atau arus, maka bunga investasi harus lebih besar dari bunga tabungan maupun bunga kredit di bank.

        Mata kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

      Kelangkaan dan Hal yang Perlu Diakomodir dalam Ekonomi

      •  Mengapa ada barang langka dan tidak langka?
       Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang menjelaskan faktor produksi yang ada di bumi. Yang termasuk faktor produksi ini salah satunya adalah sumber daya. Sumber daya yang tersedia di bumi sangatlah terbatas. Manusia sebagai pelaku utama ekonomi memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Manusia harus bisa menentukan pilihan, dalam arti harus bisa menentukan kebutuhan apa saja yang harus terpenuhi saat ini. Untuk itu, manusia harus bisa mengatur dan menyeimbangkan kebutuhannya dengan sumber daya yang sangat terbatas ini. Apabila manusia tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan dan sumber daya yang ada, maka akan terjadi kelangkaan. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya pengorbanan untuk mendapatkan sumber daya atau dalam hal ini disebut barang ekonomis atau barang langka. Barang ekonomis tidak bisa didapatkan begitu saja, melainkan butuh pengorbanan untuk bisa mendapatkannya. Contohnya adalah sembako, makanan, obat-obatan, dan sebagainya.
      Selain barang ekonomis, ada juga yang dinamakan barang bebas atau barang tidak langka. Maksudnya bebas disini adalah untuk mendapatkan barang tersebut tidak dibutuhkan pengorbanan seperti barang ekonomis. Contoh barang bebas ata barang tidak langka adalah udara dan air.

      • Apa yang diakomodir dalam ekonomi?
      Ekonomi menjelaskan mengenai tiga hal utama, yaitu sumber daya, kebutuhan, dan pengelolaan.
      Yang dimaksud dengan sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya di bumi ini sangat terbatas, seperti yang telah saya jelaskan di atas. Agar tidak terjadi kelangkaan, sebaiknya kita sebagai manusia yang kebutuhannya tidak dapat sepenuhnya terpenuhi, dapat menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.
      Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan. apabila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.
      Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas.
        Dari penjelasan di atas, kebutuhan dan keinginan jelas berbeda. Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia, sedangkan keinginan sifatnya tidak harus. Jika kebutuhan tidak terpenuhi, manusia akan merasakan yang namanya kekurangan, tetapi jika keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.
      Yang terakhir adalah pengelolaan. Pengelolaan ini berhubungan erat dengan sumber daya dan kebutuhan. Dengan pengelolaan yang efisien, pemenuhan kebutuhan manusia dapat terlaksana dengan baik, dan manusia akan merasa sejahtera karena kebutuhannya terpenuhi.

      Mata kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

      Senin, 07 November 2011

      Komoditas Kulit Hewan di Indonesia

        Pemanfaatan kulit hewan untuk kepentingan manusia berjalan searah dengan perkembangan peradaban manusia. Dari keseluruhan produk sampingan hasil pemotongan ternak, maka kulit merupakan produk yang memiliki nilai ekonomis yang paling tinggi. Berat kulit sapi, kambing, dan kerbau memiliki kisaran 7-10% dari berat tubuh. Secara ekonomis, kulit memiliki harga berkisar 10-15% dari harga ternak.
      1. Permintaan dan Penawaran Kulit Sapi dan Kambing
          Kebutuhan kulit di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri kulit di tanah air. Meski banyak alternatif kulit hewan dipasaran untuk dijadikan bahan baku produk, kulit kambing dan domba masih menduduki peringkat permintaan tertinggi. Kualitas prima menjadi alasan utama kulit itu diminati. Tak hanya pasar dalam negeri, permintaan dari luar negeri terus berdatangan. Bahkan, dari negara-negara di Eropa dan Amerika.
           Banyaknya permintaan kulit hewan ini digunakan untuk industri seperti jaket, sepatu, tas, dan kerajinan tangan. Untuk mendapatkan bahan baku biasanya pengusaha langsung datang ke tempat pemotongan hewan atau sejenisnya. Pengusaha biasanya membeli dalam jumlah yang banyak, tapi terkadang dalam mencari bahan baku pengusaha mendapat kesulitan yaitu sulitnya mendapatkan bahan baku yang baik dan bermutu. Tapi hal tersebut dapat diatasi dengan memperluas area untuk mendapatkan bahan baku tersebut.
         Harga kulit hewan ini bervariasi sesuai dengan mutu dari kulit tersebut. Biasanya penawaran dan permintaan kulit hewan seperti domba, kambing, sapi, dan kerbau meningkat saat Hari Raya Idul Adha. Banyaknya hewan kurban yang disembelih pada saat Hari Raya Idul Adha tahun ini membuat kulit hewan kurban banyak diburu. Dalam satu lembar kulit kambing penjual menghargainya berkisar antara Rp 35.000,- sampai Rp 45.000,-. Sedangkan untuk harga kulit sapi penjual menghargainya antara Rp 11.000,- sampai Rp 12.000,- setiap per kilogramnya. Setiap Idul Adha rata-rata penjual bisa memperoleh 2000 sampai dengan 3000 lembar kulit, baik kulit kambing maupun kulit sapi. 
           Sebelum diolah menjadi bahan industri atau kerajinan, kulit harus melalui proses pengawetan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan struktur dan keadaan kulit, untuk tujuan penyimpanan dalam waktu yang relatif lama, dan agar kulit dapat dikelompokan menurut besar dan kualitasnya. Dan proses pengawetannya dapat dengan bermacam cara, seperti penggaraman dan pemakaian zat kimia.
            2. Potensi dan Karakteristik Bisnis Kulit di Indonesia
           Potensi bisnis kulit di Indonesia masih sangat besar, hal ini disebabkan masih sedikitnya industri besar yang mengolah secara intensif. Kalaupun ada kapasitasnya belum mampu memenuhi permintaan pasar. Sebagai contoh industri kulit hanya mampu menghasilkan 350.000.000 sqft/tahun sedangkan permintaan untuk industri alas kaki maupun untuk barang jadi sebesar 673.000.000 sqft/tahun sehingga setiap tahunnya terjadi kekurangan 323.000.000 sqft. Selain masih sedikitnya industri besar yang mengolah secara intensif bisnis ini, sulitnya bahan baku menjadi faktor masih besarnya peluang bisnis ini.
           Secara umum karakteristik industri kulit dan produk kulit ini antara lain sebagai berikut :
      • Padat Karya, bahwa industri kulit dan produk kulit memerlukan tenaga kerja terampil dan ahli dari perkulitan
      • Padat Modal, artinya bahwa dalam pendirian industri kulit dan produk kulit memerlukan modal yang cukup besar untuk pembelian mesin-tenaga, tanah, dan SDM yang ahli dalam perkulitan
      • Padat Teknologi, artinya bahwa dalam proses produksinya kulit dan produk kulit memerlukan beberapa tahapan seperti dalam proses penyamakan, proses pewarnaan, proses penghalusan, dan proses dalam finishing yang kesemuanya merupakan tahapan yang menggunakan teknologi
      • Industri kulit dan produk kulit termasuk industri yang tidak ramah lingkungan, terutama dampak lingkungan yang disebabkan dalam proses penyamakan menjadi kulit jadi. Dimana prosesnya menggunakan bahan baku kimia yang cukup berbahaya
      • Dilihat dari karakternya kapasitas industri kulit dan produksi kulit terdiri dari industri kecil, industri menengah, dan besar. Untuk kapasitas produksi IKM rata-rata sebesar 250.000 sqft per tahun sedangkan industri besar rata-rata sebesar 20.000.000 sqft per tahun.
      Sumber :
      1. Karakteristik Industri Kulit di Indonesia
      2. Teknologi Pengawetan dan Pengolahan Kulit
      3. Kulit Domba dan Kambing Jadi Primadona
      4. Pengepul Kulit Meningkat
      Mata Kuliah Teori Ekonomi - Dr. Prihantoro
      Kelompok 15: Ayu Mulyaningsih dan Ely Puji Setianingsih

      Minggu, 06 November 2011

      SARJANA MAGISTER (SARMAG) UNIVERSITAS GUNADARMA

      Apa yang dimaksud dengan sarmag? Sarmag adalah program beasiswa akselerasi yang diadakan oleh Universitas Gunadarma. Program ini meliputi tiga tahun empat bulan pendidikan S1, dan satu tahun pendidikan S2. Jadi, total pembelajaran dalam program ini kira-kira adalah empat tahun empat bulan.
      Bagaimana cara mendapatkan beasiswa ini? Disini saya akan menceritakan pengalaman saya masuk sarmag. Saya adalah mahasiswi Sarmag Akuntansi 2010 Universitas Gunadarma, yang merupakan angkatan keempat untuk jurusan Akuntansi (SMAK04). Hal pertama yang dinilai adalah IPK semester 1 dan 2. IPK kita minimal harus 3.5. Selanjutnya ketika saya sedang menikmati liburan semester di rumah, saya mendapatkan sms dari panitia sarmag bahwa saya diundang untuk mengikuti briefing pertama yang diadakan pada tanggal 12 September 2011 pukul 13.00 WIB di kampus D Margonda. Sms itu saya terima pada tanggal 10 September 2011 pukul 09.49.37 WIB. Spontan saya kaget campur senang membaca sms tersebut.
      Pada tanggal 12 September 2011, saya mendatangi kampus D untuk memenuhi undangan beasiswa ini. Disana saya diberi tahu semua mengenai sarmag, jadwal untuk mengikuti tes TOEFL yang diadakan pada tanggal 14 September 2011, dan jadwal untuk mengikuti tes interview pada tanggal 15 September 2011. Syarat TOEFL yang harus dipenuhi adalah 500. Pada saat interview, disarankan untuk tidak tegang karena pertanyaannya tidak jauh dari kehidupan kita sehari-hari. Santai, rileks, dan enjoy aja! Anggap saja seperti curhat ke dosen.
      Mengenai pengumuman seleksi, diperkirakan tanggal 17 September 2011 pukul 10.00 WIB via telpon. Di tanggal 17 September, perasaan saya campur aduk. Kadang saya berpikir optimis, kadang juga pesimis saat itu. Akhirnya telpon yang ditunggu-tunggu berdering juga. Saat itu memang ada telpon dari kampus, tetapi bukan untuk memberikan pengumuman, melainkan untuk menyuruh saya kuliah seperti biasa dulu di kelas reguler. Saya kaget. Apa ini berarti saya tidak lolos seleksi? Saya tanya teman-teman saya yang juga mengikuti seleksi ini, ternyata jawabannya berbeda-beda. Ada yang disuruh ikut kursus lagi di kampus Gunadarma di Simatupang, ada juga yang disuruh ikut kursus di kampus Gunadarma Margonda. Selama perkuliahan di kelas reguler, saya galau, tidak fokus karena masih penasaran dengan pengumuman seleksi tersebut. Akhirnya pengumuman dilakukan pada tanggal 29 September 2011. Saat itu saya sedang berada di dalam kelas, tepatnya sedang jam istirahat. Ketika saya dan teman-teman sedang asik-asiknya membahas tugas, tiba-tiba handphone saya bergetar, saya pikir hanya sms, dibacanya nantin saja. Handphone saya terus bergetar, saya angkat telepon tersebut dan ternyata pihak panitia menelpon saya. Mereka mengabarkan bahwa saya lolos semua seleksi dan beliau memberitahukan bahwa akan diadakan briefing kedua di kampus Universitas Gunadarma yang berada di Simatupang.
      Mengenai biaya yang harus dibayar, biaya ini tentu tidak full free. Untuk pendidikan S1, biaya sama seperti program reguler Untuk yang pendidikan S2, biaya normalnya adalah Rp97.600.000, tetapi bagi mahasiswa sarmag hanya Rp10.000.000 yang dibayarkan. Dengan biaya Rp.10.000.000 ini kita mendapat satu unit laptop dari kampus, dan akan mendapatkan kursus, selain itu ruang belajar yang asik, fasilitas yang cukup lengkap, dan dosen yang rata-rata memiliki gelar doktoral. Di program sarmag ini tidak memakai sistem semester, melainkan trimester. Jadi, selama satu tahun kita menyelesaikan tiga trimester.
      Satu lagi, mahasiswa sarmag ini juga memiliki kesempatan untuk kuliah di luar negri. Untuk jurusan Akuntansi, mahasiswa yang terpilih akan dikuliahkan ke China.
      Dari sini saya belajar untuk berusaha terus menerus. Awalnya saya berpikir, saya takut kalau tidak bisa mengikuti pelajaran di program sarmag ini, tetapi berkat dukungan keluarga dan teman-teman, saya memutusakan untuk mengambil beasiswa ini. Lagipula, jika kita terus berpikiran seperti itu, kapan kita bisa maju? Kesempatan tidak datang dua kali, guys! Ini bukan akhir dari segala perjuangan saya, melainkan awal dari perjuangan saya.

      Sabtu, 05 November 2011

      Pergeseran Kurva Penawaran


      Pergeseran kurva penawaran baju (shirts) ke kanan pada gambar (a) menunjukkan terjadinya kenaikan penawaran baju dengan harga yang konstan. Pergeseran kurva penawaran baju (shirts) ke kiri pada gambar (b) menunjukkan terjadinya penurunan penawaran dengan harga yang konstan juga.

      Hal-hal yang mempengaruhi pergeseran kurva penawaran tersebut antara lain:
      •   Prices of Relevant Resources (Harga Sumber Daya yang Relevan)
      Apabila terjadi penurunan biaya pada sumber daya untuk membuat baju, misalnya adalah kain, maka produsen akan memproduksi baju dengan kuantitas yang lebih banyak dan harga yang tetap.  Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
      Apabila terjadi kenaikan biaya pada kain tersebut, maka produsen akan memproduksi baju tersebut dengan kuantitas yang lebih sedikit dan harga yang tetap. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).

      •   Technology (Penggunaan Teknologi)
      Faktor teknologi akan memengaruhi output barang atau jasa yang akan dihasilkan produsen. Semakin tinggi teknologi, semakin cepat barang yang dihasilkan (dalam hal ini adalah baju), maka semakin besar pula penawaran baju yang terjadi, tetapi tetap dengan harga yang konstan. Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
      Sebaliknya, apabila produsen tidak memanfaatkan kecanggihan teknologi yang ada, produsen akan memakan waktu yang lama untuk memproduksi baju, maka penawaran baju yang terjadi sedikit dengan harga yang konstan. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).

      •   Number of Sellers (Banyaknya Penjual)
      Banyaknya penjual mempengaruhi penawaran yang terjadi di pasar. Semakin banyak penjual yang menjual baju, maka penawaran baju semakin banyak. Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
      Sebaliknya, semakin sedikit penjual yang menjual baju, maka penawaran baju berkurang. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).

      •   Expectation of Future Prices (Perkiraan Harga di Masa Depan)
      Perkiraan harga di masa depan mempengaruhi penawaran yang terjadi di pasar. Apabila diperkirakan harga baju di masa depan turun, maka produsen akan lebih banyak menawarkan barang dagangannya saat ini. Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
      Apabila diperkirakan harga baju di masa depan naik, maka produsen akan mengurangi penawaran saat ini sehingga produsen dapat menawarkan barang dagangannya lebih bayak di masa depan. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).

      •   Taxes and Subsidies (Pajak dan Subsidi)
      Pajak dan subsidi sangat berpengaruh pada penawaran yang terjadi di pasar. Semakin tinggi pajak yang dibayarkan oleh produsen, maka produsen akan mengurangi jumlah penawaran baju di pasar. Penjelasan ini terkait dengan kurva (b).
      Apabila produsen menerima subsidi dari pemerintah, maka produsen akan menambah jumlah penawaran baju di pasar. Penjelasan ini terkait dengan kurva (a).
      •   Government Restrictions (Pembatasan Pemerintah)
      Apabila pemerintah membuat kebijakan untuk meningkatkan  jumlah produksi baju yang diproduksi produsen, maka produsen akan menaikkan kuantitas baju dan otomatis meningkatkan penawaran yang terjadi di pasar. ini terkait dengan kurva (a).
       Apabila pemerintah membuat kebijakan untuk menurunkan jumlah produksi baju yang diproksi produsen, maka produsen akan menurunkan kuantitas baju dan otomatis akan menurunkan penawaran yang terjadi di pasar. ini terkait dengan kurva (b).


      Sumber:
      http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran

      Mata Kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

      Price Ceiling dan Price Floor

      Equilibrium Price dan Equilibrium Quantity terjadi pada saat penjual dan pembeli bertemu dan menentukan suatu keputusan yang sama-sama menguntungkan kedua pihak tersebut.
      Pada kurva ekulibrium, Equilibrium Price dan Equilibrium Quantity ditemukan dalam suatu titik tertentu yang terhubung dari adanya kurva permintaan dan penawaran. Pada saat telah ditentukannya Equilibrium Price, ternyata pemerintah membuat kebijakan, yaitu diadakannya Price Ceiling. Price ceiling inibertujuan untuk mengontrol penjual agar tidak sesuka hati menentukan harga dari suatu barang. Price ceiling merupakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang artinya para penjual dapat menjual barang dagangannya dengan harga yang batas maksimumnya sesuai dengan HET tersebut.
      Price ceiling menciptakan shortage karena kuantitas permintaan lebih besar dari kuantitas penawaran (Qd > Qs). Artinya, dalam hal ini jumlah barang yang diminta lebih banyak dari jumlah barang yang ditawarkan, sehingga barang yang ada tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan yang ada, maka terjadilah shortage atau kekurangan. Besarnya shortage adalah selisih dari kuantitas permintaan dan kuantitas penawaran. Pada kurva di atas shortage yang terjadi adalah sebesar 90.

      Hal yang sebaliknya terjadi pada Price Floor. Price floor menciptakan surplus karena kuantitas penawaran lebih besar dari kuantitas permintaan (Qs > Qd). Artinya, dalam hal ini jumlah barang yang ditawarkan lebih banyak daripada jumlah barang yang diminta, sehingga barang yang ada sangat cukup untuk memenuhi permintaan yang ada, maka terjadilah surplus atau kelebihan. Besarnya surplus adalah selisih dari kuantitas penawaran dan kuantitas permintaan. Pada kurva di atas surplus yang terjadi adalah sebesar 90. Dalam hal ini, terjadi kelebihan barang yang ditawarkan sehingga barang yang lebih ini dapat digunakan untuk kegiatan ekspor oleh suatu negara.

      Mata Kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

      Sabtu, 22 Oktober 2011

      Globalisasi

      • Pengertian Globalisasi
        Globalisasi memiliki kata dasar global yang berarti seluruhnya; menyeluruh; umumnya. Menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer, globalisasi memiliki arti pengelolaan seluruh aspek kehidupan; perwujudan (perombakan/ peningkatan/ perubahan) secara menyeluruh di segala aspek kehidupan. Konsep globalisasi memiliki pengertian yang beragam. Istilah globalisasi dapat diterapkan dalam berbagai konteks sosial, ekonomi, budaya, dan sebagainya. Dalam keadaan global apa saja dapat masuk sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol. Dalam hal proses internasionalisasi ini, semua negara cepat atau lambat akan mengalaminya dalam berbagai bidang atau struktur kehidupan. Globalisasi juga merujuk pada perpindahan nilai, terutama cara berpikir dan gaya bertindak dari satu wilayah negara ke wilayah dunia lain.
        Perkembangan yang paling menonjol dalam era globalisasi antara lain adalah globalisasi informasi seperti berita, televisi, dan bahan siaran. Demikian juga dalam bidang ekonomi (perdagangan), teknologi, wawasan, perilaku, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Perkembangan global lainnya adalah globalisasi bidang kependudukan (migrasi dan lapangan kerja internasional), gejala lingkungan hidup (pemanasan global), gaya hidup, politik ekonomi seperti munculnya masyarakat ekonomi, wilayah pertumbuhan lintasnegara seperti APEC, AFTA, dan sebagainya.
        •  Fenomena Globalisasi
        Menurut Budiyanto, fenomena globalisasi yang dihadapi manusia dapat ditandai oleh beberapa hal, diantaranya:
        1. Arus Etnis, ditandai dengan banyaknya imigran, turis, pengungsi, tenaga kerja, dan pendatang. Arus manusia ini telah melewati batas-batas negara.
        2. Arus Teknologi, ditandai dengan munculnya multinational coorporation dan transnational coorporation yang kegiatannya dapat menembus batas-batas negara.
        3. Arus Keuangan, ditandai dengan banyaknya investasi yang dilakukan oleh suatu negara ke negara lain.
        4. Arus Media, ditandai dengan makin banyaknya media cetak dan elektronik. Berbagai peristiwa di belahan bumi dapat kita ketahui dengan cepat dengan adanya media elektronik yang semakin update.

        • Tantangan Globalisasi
        Menurut Budiyanto, tantangan globalisasi yang mendasar dan yang akan kita hadapi antara lain:
        1. Sikap individualisme, ditandai dengan munculnya kecenderungan mengutamakan kepentingan diri sendiri atas kepentingan bersama, memudarkan solidaritas dan gotong royong.
        2. Apresiasi generasi muda, ditandai dengan banyaknya generasi muda yang sudah melupakan para pejuang dan jati diri bangsanya karena adanya hal yang baru.
        3. Perbedaan masyarakat, ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok masyarakat dengan profesi tertentu yang terus berkompetisi dalam berbagai bidang kehidupan untuk mencapai kesejahteraan yang bertaraf internasional.


        • Dampak Globalisasi
        Dampak Positif dari globalisasi, yaitu:
        1. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mempermudah manusia dalam berinterkasi
        2. Peningkatan mobilitas sosial dan pengukuhan kelas menengah
        3. Komunikasi yang lebih mudah dan murah
        4. Peluang bagi berbagai negara untuk saling berinterkasi dan bekerjasama
        Dampak negatif dari globalisasi, yaitu:
        1. Masuknya nilai budaya luar akan menghilangkan nilai-nilai tradisi suatu bangsa dan identitas suatu bangsa
        2. Eksploitasi alam dan sumber daya lain akan memuncak karena kebutuhan yang makin besar
        3. Dalam bidang ekonomi, berkembang nila-nilai konsumerisme
        4. Timbulnya dominasi negara-negara maju yang mempunyai kekuatan yang lebih besar.

        Sumber:
        http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi
        Budiyanto. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.
           Mata Kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

          Kegiatan Ekonomi dalam suatu Negara

          Masyarakat memiliki pendapatan atau penghasilan yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan ekonomi. Kegiatan tersebut diantaranya adalah konsumsi (C), membayar pajak (Tx), dan menabung (S). Saya akan menjelaskan kegiatan ekonomi yang ada di dalam suatu negara.
          Kegiatan ini melibatkan produsen sebagai sektor riil, pemerintah (government), dan bank sebagai sektor moneter. Kegiatan ini diawali dengan masyarakat yang melakukan konsumsi ke pihak produsen. Konsumsi ini berguna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri.
          Kegiatan selanjutnya adalah pembayaran pajak kepada pihak pemerintah. Besarnya pajak tersebut disesuaikan dengan besarnya penghasilan masyarakat itu sendiri.
          Selain itu, pihak yang dilibatkan selajutnya adalah bank. Masyarakat melakukan kegiatan menabung di bank. Bank berfungsi sebagai penyimpan dana masyarakat.
          Ada masyarakat lain yang juga memiliki kegiatan ekonomi yang lainnya, seperti investasi, membuat kebijakan, dan meminjam uang atau kredit. Pihak yang dilibatkan sama seperti kegiatan sebelumnya, yaitu produsen, pemerintah, dan bank.
          Yang pertama, masyarakat melakukan investasi ke pihak produsen agar produsen dapat menginovasikan produknya. Investasi dapat berupa saham atau obligasi. Saham adalah bukti kepemilikan. Jika perusahaan yang ditanamkan modal memiliki profit atau keuntungan, maka para pemegang saham akan mendapatkan deviden sebagai laba yang dibagi, selain laba yang dibagi, ada juga laba ditahan. Para pemegang saham harus memilih keuntungan yang akan didapatkan, deviden atau capital gain.Jika ingin memilih capital gain, maka pemegang saham harus menarik saham yang ada di perusahaan tersebut dan menjualnya. Jika harga jual lebih besar dari harga beli saham, maka pemegang saham mendapatkan capital gain sesuai dengan selisih harga tersebut. Jika harga beli lebih besar dari harga jual, maka pemegang saham mendapatkan capital loss sesuai dengan selisih harga tersebut. Berbeda halnya dengan obligasi. Obligasi adalah surat hutang. Dengan membeli obligasi ini, pemilik akan mendapatkan bunga (i) atau disebut juga diskonto.
          Selain investasi itu, produsen juga memberikan feedback berupa upah (w), sewa (r), bunga (i), dan keuntungan (p) kepada para pemilik faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
          Yang kedua , masyarakat melaksanakan kegiatan ekonomi yang nantinya akan menghasilkan suatu kebijakan. Kebijakan tersebut akan ditentukan oleh pemerintah, dan kebijakan ini harus dilaksanakan oleh semua pelaku ekonomi. Kebijakan ini yang meliputi subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat agar bisa mengembangkan usahanya.
          Yang ketiga adalah kredit. Bank selain berfungsi sebagai penyimpan dana masyarakat juga berfungsi sebagai peminjam uang atau kredit kepada masyarakat. Selain itu, bank juga memberikan bunga kepada masyarakat yang sudah menabung agar semakin rajin menabung.
          Dengan berinvestasi dan menabung, masyarakat akan mendapatkan bunga. Bunga investasi dengan bunga tabungan berbeda. Apabila bunga investasi lebih besar dari bunga tabungan, maka masyarakat cenderung memilih berinvestasi. Jika sebaliknya yaitu bunga tabungan lebih besar dari bunga investasi, maka masyarakat cenderung memilih menabung. Agar terjadi flow atau arus, maka bunga investasi harus lebih besar dari bunga tabungan maupun bunga kredit di bank.

            Mata kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro

          Kelangkaan dan Hal yang Perlu Diakomodir dalam Ekonomi

          •  Mengapa ada barang langka dan tidak langka?
           Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang menjelaskan faktor produksi yang ada di bumi. Yang termasuk faktor produksi ini salah satunya adalah sumber daya. Sumber daya yang tersedia di bumi sangatlah terbatas. Manusia sebagai pelaku utama ekonomi memiliki kebutuhan yang tidak terbatas. Manusia harus bisa menentukan pilihan, dalam arti harus bisa menentukan kebutuhan apa saja yang harus terpenuhi saat ini. Untuk itu, manusia harus bisa mengatur dan menyeimbangkan kebutuhannya dengan sumber daya yang sangat terbatas ini. Apabila manusia tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan dan sumber daya yang ada, maka akan terjadi kelangkaan. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya pengorbanan untuk mendapatkan sumber daya atau dalam hal ini disebut barang ekonomis atau barang langka. Barang ekonomis tidak bisa didapatkan begitu saja, melainkan butuh pengorbanan untuk bisa mendapatkannya. Contohnya adalah sembako, makanan, obat-obatan, dan sebagainya.
          Selain barang ekonomis, ada juga yang dinamakan barang bebas atau barang tidak langka. Maksudnya bebas disini adalah untuk mendapatkan barang tersebut tidak dibutuhkan pengorbanan seperti barang ekonomis. Contoh barang bebas ata barang tidak langka adalah udara dan air.

          • Apa yang diakomodir dalam ekonomi?
          Ekonomi menjelaskan mengenai tiga hal utama, yaitu sumber daya, kebutuhan, dan pengelolaan.
          Yang dimaksud dengan sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya di bumi ini sangat terbatas, seperti yang telah saya jelaskan di atas. Agar tidak terjadi kelangkaan, sebaiknya kita sebagai manusia yang kebutuhannya tidak dapat sepenuhnya terpenuhi, dapat menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.
          Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan. apabila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.
          Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas.
            Dari penjelasan di atas, kebutuhan dan keinginan jelas berbeda. Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia, sedangkan keinginan sifatnya tidak harus. Jika kebutuhan tidak terpenuhi, manusia akan merasakan yang namanya kekurangan, tetapi jika keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.
          Yang terakhir adalah pengelolaan. Pengelolaan ini berhubungan erat dengan sumber daya dan kebutuhan. Dengan pengelolaan yang efisien, pemenuhan kebutuhan manusia dapat terlaksana dengan baik, dan manusia akan merasa sejahtera karena kebutuhannya terpenuhi.

          Mata kuliah Teori Ekonomi 1 - Dr. Prihantoro