Diet tidak hanya berlaku untuk menjaga kualitas asupan makanan dan membentuk tubuh menjadi indah. Ada diet yang dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.
Bila mendengar kata diet, yang terlintas di pikiran Anda bisa jadi adalah sederet peraturan mengenai makan yang dikonsumsi untuk menjaga berat badan dan bentuk tubuh yang ideal. Diet bisa juga dilakukan bagi mereka yang ingin mengubah pola makan menjadi sehat dan sesuai dengan asupan kalori yang dibutuhkan setiap harinya.
Bagaimana dengan kesehatan mulut dan gigi? Ternyata Anda bisa melakukan diet untuk menjaga area tubuh Anda yang selalu berhubungan dengan semua makanan yang Anda nikmati setiap harinya.
Selain dari perawatan seperti menyikat gigi, memakai benang gigi atau berkumur dengan mouthwash, tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas kesehatan mulut dan gigi terpengaruh dari apa yang Anda konsumsi. Demikian pula sebaliknya, apa yang Anda konsumsi akan bermasalah jika mulut dan gigi Anda tidak sehat.
Untuk menjaga hubungan yang harmonis antara kesehatan gigi dan mulut serta makanan yang Anda konsumsi, sebaiknya Anda mulai melakukan diet gigi dan mulut.
It's a Yes
Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk menjaga gigi dari kerapuhan dan keropos. Meskipun pasta gigi Anda dipercaya mengandung bahan yang dapat menguatkan gigi, memberi nutrisi dari dalam tubuh akan lebih baik. Karena itulah Anda memerlukan asupan susu berkalsium. Jika tidak suka susu, Anda bisa menggantinya dengan produk olahan susu seperti keju rendah garam ataupun plain yogurt.
Buah-buahan segar dan sayur juga makanan yang sehat untuk menjaga kesegaran mulut dan gigi. Pilihan buah seperti apel, pir, melon dan bengkoang adalah contoh buah kaya air dan rendah gula yang baik untuk mencegah produksi asam berlebih pada mulut.
A big NO
Makanan manis yang lengket adalah musuh terbesar gigi, Anda juga pasti sudah tahu itu. Ngemil permen di saat bosan atau di saat bekerja memang menyenangkan, tetapi hal ini akan memicu gigi untuk berteriak marah kepada Anda karena membiarkan gigi dalam kondisi dibalut gula lengket yang akan memicu mulut memproduksi asam yang bisa mengikis lapisan pelindung alami gigi.
Untuk mengganti permen kesukaan Anda yang mengandung banyak gula, gantilah dengan permen karet yang mengandung pemanis buatan, misalnya xylitol atau sacharin. Mengunyah permen karet tanpa gula selain baik untuk meredakan stres, juga baik untuk menjaga kesehatan gigi dan kesegaran mulut Anda. Selain itu, bila Anda sedang diet dan mengurangi konsumsi gula, pilihan permen karet sangat dianjurkan. Hanya saja, tetap batasi konsumsi permen karet, yang berlebihan tidak pernah baik bukan?
Minggu, 10 April 2011
Jumat, 01 April 2011
Ancol
Taman rekreasi pantai ini merupakan tempat wisata paling lengkap dan cocok bagi semua lapisan masyarakat baik tua maupun muda. Berbagai sarana rekreasi dan hiburan dengan nuansa pantai seperti kolam renang, sepeda air, perahu layar, atraksi satwa laut dan panggung hiburan terdapat di sini. Gelanggang renang merupakan salah satu sarana rekreasi keluarga yang menyegarkan dan mengasyikan. Aneka bentuk kolam renang yang ada antara lain kolam arus, kolam luncur spiral, kolam lintasan, kolam jeram dan kolam ombak. Gelanggang samudera memberikan hiburan segar dan menghibur untuk keluarga dengan atraksi seperti pentas lumba – lumba, singa laut dan lainnya.
Pasar seni merupakan tempat yang nyaman untuk mencari cinderamata, lukisan dan karya seni lainnya sambil menyaksikan para seniman yang tengah berkarya. Terdapat juga beberapa rumah makan, ruang pameran serta panggung terbuka untuk pagelaran seni dan musik.
Seaworld adalah sebuah wahana yang menyajikan suasana alam bawah laut. Berbagai jenis satwa laut terpampang dari akuarium – akuarium besar, yang salah satunya merupakan aquarium terbesar di Asia Tenggara. Terdapat pula sebuah terowongan kaca yang membuat kita seolah berada dalam suasana dasar samudera.
Dunia Fantasi
Lokasinya bersebelahan dengan Ancol, Jakarta Bay City, taman rekreasi bertema ini suasananya dibuat sedemikian rupa sehingga pengunjung seolah tengah melakukan suatu perjalanan wisata keliling dunia. Kawasan Jakarta, kawasan Afrika dan kawasan koboi (cowboy) antara lain menampilkan panggung boneka Jakarta, komedi putar, komedi musikal, riam luncur, rumah miring dan arena adu ketangkasan.
Kawasan Indonesia, kawasan Asia dan kawasan Eropa menyajikan wahana arena bermain jungkang – jungkit, kapsul layang, pertunjukan boneka, pesawat putar, kereta laang, dan lainnya.
Taman Margasatwa Ragunan
Terletak sekitar 15 Km dari pusat kota Jakarta yaitu di jalan Harsono RM. No.1,Ragunan, Pasar Minggu. Taman margasatwa Ragunan menempati lahan seluas 185 hektar yang ditumbuhi aneka jenis pepohonan rindang, serta menjadi rumah dari 260 jenis satwa (termasuk yang terancam punah). Sedangkan jumlah satwa yang ada di taman margasatwa Ragunan ini mencapai sekitar 3.122 ekor baik yang berasal dai wilayah Indonesia maupun dari luar negeri. Saat ini taman margasatwa Ragunan memiliki satu wahana pusat primata schmuetzer yang berisi gorila sumbangan dri pemerintah Inggris serta aneka satwa perimata lainnya.
Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan taman budaya nusantara yang menempati area seluas lebih dari 120 hektar di daerah Pondok Gede Jakarta Timur. Selain menampilkan aspek keragaman seni, budaya serta adat istiadat masyarakat Indonesia yang digambarkan melalui keberadaan anjungan dari sebagian 33 provinsi yang terdapat di Indonesia, TMII juga memiliki sarana rekreasi seperti taman burung, taman anggrek, taman bunga, taman serangga, istana anak Indonesia, taman among putra, taman angsa, kereta monorel serta kereta gantung skylift.
Sebagai pusat informasi, TMII memiliki antara lain museum Indonesia, museum Asmat, museum transportasi, musium gaha widya putera, museum keprajuritan, museum peragaan iptek, museum Istiqlal, Museum persahabatan negara – negara Nonblok dan masih banyak lagi.
Jangan dilewatkan untuk menyaksikan pemutaran film tentang Indonesia di teater Imax Keong Emas.
Kepulauan Seribu
Terdiri dari sekitar 140 gugusan pulau – pulau kecil yang tersebar di perairan teluk Jakarta dan merupakan kawasan wisata bahari.
Pulau – pulau Ayer, Putri, Pelangi, Sepa dan Pantera telah dikembangkan sebagai Resor Island. Sarana – sarana transportasi, akomodasi serta fasilitas pendukung lainya seperti peralatan untuk olahraga air dan selam juga tersedia. Baca selanjutnya..
Pulau Tidung
Pulau tidung saat ini banyak dibicarakan di kalangan pelancong sebagai tujuan wisata baru yang tidak boleh dilewatkan. Pulau Tidung merupakan sebuah pulau di gugusan kepulauan seribu yang terletak di perairan sebelah utara kota Jakarta, jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 2,5 jam perjalanan laut menggunakan perahu dari pelabuhan Muara Angke dengan ongkos hanya sekitar Rp. 40.000. Baca selanjutnya..
Taman Ismail Marzuki
Didirikan pada tahun 1968, Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berada di Jl. Cikini Raya No. 73 ini merupakan pusat kegiatan kesenian di Jakarta. Selain menyelenggarakan pameran seni rupa, juga menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional maupun kontemporer.
Di dalam komplek TIM terdapat pula kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), pusat dokumentasi sastra HB. Yassin, Gedung Arsip, Galeri Citra, Graha Bakti Budaya dan gedung bioskop 21.
Planetarium
Merupakan buah gagasan presiden Soekarno pada tahun 1964, dibangun selama 5 tahun dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1969.
Di dalam bangunan berbentuk kubah ini pengunjung dapat menikmati sebuah miniatur alam raya dan gambar – gambar ruang angkasa yang diproyeksikan ke dinding kubah. Planetarium juga menyediakan alat teropong bintang yang pemakaiannya disesuaikan dengan jadwal mata acara pertunjukan dan keadaan cuaca.
Taman rekreasi pantai ini merupakan tempat wisata paling lengkap dan cocok bagi semua lapisan masyarakat baik tua maupun muda. Berbagai sarana rekreasi dan hiburan dengan nuansa pantai seperti kolam renang, sepeda air, perahu layar, atraksi satwa laut dan panggung hiburan terdapat di sini. Gelanggang renang merupakan salah satu sarana rekreasi keluarga yang menyegarkan dan mengasyikan. Aneka bentuk kolam renang yang ada antara lain kolam arus, kolam luncur spiral, kolam lintasan, kolam jeram dan kolam ombak. Gelanggang samudera memberikan hiburan segar dan menghibur untuk keluarga dengan atraksi seperti pentas lumba – lumba, singa laut dan lainnya.
Pasar seni merupakan tempat yang nyaman untuk mencari cinderamata, lukisan dan karya seni lainnya sambil menyaksikan para seniman yang tengah berkarya. Terdapat juga beberapa rumah makan, ruang pameran serta panggung terbuka untuk pagelaran seni dan musik.Seaworld adalah sebuah wahana yang menyajikan suasana alam bawah laut. Berbagai jenis satwa laut terpampang dari akuarium – akuarium besar, yang salah satunya merupakan aquarium terbesar di Asia Tenggara. Terdapat pula sebuah terowongan kaca yang membuat kita seolah berada dalam suasana dasar samudera.
Dunia Fantasi
Lokasinya bersebelahan dengan Ancol, Jakarta Bay City, taman rekreasi bertema ini suasananya dibuat sedemikian rupa sehingga pengunjung seolah tengah melakukan suatu perjalanan wisata keliling dunia. Kawasan Jakarta, kawasan Afrika dan kawasan koboi (cowboy) antara lain menampilkan panggung boneka Jakarta, komedi putar, komedi musikal, riam luncur, rumah miring dan arena adu ketangkasan.
Kawasan Indonesia, kawasan Asia dan kawasan Eropa menyajikan wahana arena bermain jungkang – jungkit, kapsul layang, pertunjukan boneka, pesawat putar, kereta laang, dan lainnya.
Taman Margasatwa Ragunan
Terletak sekitar 15 Km dari pusat kota Jakarta yaitu di jalan Harsono RM. No.1,Ragunan, Pasar Minggu. Taman margasatwa Ragunan menempati lahan seluas 185 hektar yang ditumbuhi aneka jenis pepohonan rindang, serta menjadi rumah dari 260 jenis satwa (termasuk yang terancam punah). Sedangkan jumlah satwa yang ada di taman margasatwa Ragunan ini mencapai sekitar 3.122 ekor baik yang berasal dai wilayah Indonesia maupun dari luar negeri. Saat ini taman margasatwa Ragunan memiliki satu wahana pusat primata schmuetzer yang berisi gorila sumbangan dri pemerintah Inggris serta aneka satwa perimata lainnya.
Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan taman budaya nusantara yang menempati area seluas lebih dari 120 hektar di daerah Pondok Gede Jakarta Timur. Selain menampilkan aspek keragaman seni, budaya serta adat istiadat masyarakat Indonesia yang digambarkan melalui keberadaan anjungan dari sebagian 33 provinsi yang terdapat di Indonesia, TMII juga memiliki sarana rekreasi seperti taman burung, taman anggrek, taman bunga, taman serangga, istana anak Indonesia, taman among putra, taman angsa, kereta monorel serta kereta gantung skylift.
Sebagai pusat informasi, TMII memiliki antara lain museum Indonesia, museum Asmat, museum transportasi, musium gaha widya putera, museum keprajuritan, museum peragaan iptek, museum Istiqlal, Museum persahabatan negara – negara Nonblok dan masih banyak lagi.
Jangan dilewatkan untuk menyaksikan pemutaran film tentang Indonesia di teater Imax Keong Emas.
Kepulauan Seribu
Terdiri dari sekitar 140 gugusan pulau – pulau kecil yang tersebar di perairan teluk Jakarta dan merupakan kawasan wisata bahari.
Pulau – pulau Ayer, Putri, Pelangi, Sepa dan Pantera telah dikembangkan sebagai Resor Island. Sarana – sarana transportasi, akomodasi serta fasilitas pendukung lainya seperti peralatan untuk olahraga air dan selam juga tersedia. Baca selanjutnya..
Pulau Tidung
Pulau tidung saat ini banyak dibicarakan di kalangan pelancong sebagai tujuan wisata baru yang tidak boleh dilewatkan. Pulau Tidung merupakan sebuah pulau di gugusan kepulauan seribu yang terletak di perairan sebelah utara kota Jakarta, jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 2,5 jam perjalanan laut menggunakan perahu dari pelabuhan Muara Angke dengan ongkos hanya sekitar Rp. 40.000. Baca selanjutnya..
Taman Ismail Marzuki
Didirikan pada tahun 1968, Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berada di Jl. Cikini Raya No. 73 ini merupakan pusat kegiatan kesenian di Jakarta. Selain menyelenggarakan pameran seni rupa, juga menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional maupun kontemporer.
Di dalam komplek TIM terdapat pula kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), pusat dokumentasi sastra HB. Yassin, Gedung Arsip, Galeri Citra, Graha Bakti Budaya dan gedung bioskop 21.
Planetarium
Merupakan buah gagasan presiden Soekarno pada tahun 1964, dibangun selama 5 tahun dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1969.
Di dalam bangunan berbentuk kubah ini pengunjung dapat menikmati sebuah miniatur alam raya dan gambar – gambar ruang angkasa yang diproyeksikan ke dinding kubah. Planetarium juga menyediakan alat teropong bintang yang pemakaiannya disesuaikan dengan jadwal mata acara pertunjukan dan keadaan cuaca.
Tugas 1 (Perkembangan Perekonomian Indonesia 1979-1984)
Perekonomian Indonesia di masa PELITA III (1979-1984) menitikberatkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan, serta peningkatan industri yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.
Dalam Repelita III unsur pemerataan lebih ditekankan kebijaksanaan delapan jalur pemerataan yang intinya adalah:
Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut.
Dampak Positif Kebijakan Ekonomi pada Masa PELITA III
Dalam Repelita III unsur pemerataan lebih ditekankan kebijaksanaan delapan jalur pemerataan yang intinya adalah:
- Pemerataan kebutuhan pokok rakyat , terutama pangan, sandang, dan perumahan.
- Pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan.
- Pemerataan pembagian pendapatan.
- Pemerataan perluasan kesempatan kerja.
- Pemerataan usaha, khususnya bagi golongan ekonomi lemah.
- Pemerataan kesempatan berpartisipasi, khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
- Pemerataan pembangunan antar daerah.
- Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut.
- Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
- Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Dampak Positif Kebijakan Ekonomi pada Masa PELITA III
- Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit.
- Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras).
- Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat.
- Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat.
Tugas 3 (Kebijakan Fiskal)
Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.
ekonomi.
- Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
- Pola persebaran sumber daya
- Distribusi pendapatan
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.
ekonomi.
Tugas 5 (Kebijakan Perdagangan Internasional)
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
Manfaat perdagangan internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.
Peraturan/Regulasi Perdagangan Internasional
Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. pada abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran diantaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut kadang-kadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.
Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat, walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa. Belanda dan Inggris Raya keduanya mendukung penuh perdagangan bebas dimana mereka secara ekonomis dominan, sekarang Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya. Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi. Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif, termasuk investasi luar negri langsung, pembelian, dan fasilitasi perdagangan. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan dnegan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai.
Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir, bagaimanapun. Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya.
Selama reses ada seringkali tekanan domestik untuk meningkatkan tarif dalam rangka memproteksi industri dalam negri. Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi tersebut.
Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade Organization pada level global, dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti MerCOSUR di Amerika Selatan, NAFTA antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, dan Uni Eropa anatara 27 negara mandiri. Pertemuan Buenos Aires tahun 2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin. Kesepakatan serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun belakangan ini.
Manfaat perdagangan internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.
- Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
- Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
- Memperluas pasar dan menambah keuntungan
- Transfer teknologi modern
Peraturan/Regulasi Perdagangan Internasional
Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. pada abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran diantaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut kadang-kadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.
Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat, walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa. Belanda dan Inggris Raya keduanya mendukung penuh perdagangan bebas dimana mereka secara ekonomis dominan, sekarang Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya. Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi. Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif, termasuk investasi luar negri langsung, pembelian, dan fasilitasi perdagangan. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan dnegan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai.
Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir, bagaimanapun. Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya.
Selama reses ada seringkali tekanan domestik untuk meningkatkan tarif dalam rangka memproteksi industri dalam negri. Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi tersebut.
Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade Organization pada level global, dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti MerCOSUR di Amerika Selatan, NAFTA antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, dan Uni Eropa anatara 27 negara mandiri. Pertemuan Buenos Aires tahun 2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin. Kesepakatan serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun belakangan ini.
Tugas 4 (Kebijakan Moneter)
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan:
Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Arah kebijakan didasarkan pada sasaran laju inflasi yang ingin dicapai dengan memperhatikan berbagai sasaran ekonomi makro lainnya, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Implementasi kebijakan moneter dilakukan dengan menetapkan suku bunga (BI Rate).
Perkembangan indikator tersebut dikendalikan melalui piranti moneter tidak langsung, yaitu menggunakan operasi pasar terbuka, penentuan tingkat diskonto, dan penetapan cadangan wajib minimum bagi perbankan.
Pendekatan pegendalian moneter secara tidak langsung ini telah dilakukan sejak 1983 dengan mekanisme operasional yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan pasar uang di dalam negeri.
Penjualan SBI dilakukan melalui lelang sehingga tingkat diskonto yang terjadi benar-benar mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang. Sedangkan kegiatan intervensi rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menyesuaikan kondisi pasar uang, baik likuiditas maupun tingkat suku bunga.
Apabila Bank Indonesia memandang perlu untuk mengetatkan kebijakan moneter maka cadangan wajib tersebut dapat ditingkatkan, dan demikian pula sebaliknya.
Secara garis besar, sejak tahun 1970, Indonesia telah menerapkan tiga sistem nilai tukar, yaitu sistem nilai tukar tetap mulai tahun 1970 sampai tahun 1978, sistem nilai tukar mengambang terkendali sejak tahun 1978, dan sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate system) sejak 14 Agustus 1997.
Dengan diberlakukannya sistem yang terakhir ini, nilai tukar rupiah sepenuhnya ditentukan oleh pasar sehingga kurs yang berlaku adalah benar-benar pencerminan keseimbangan antara kekuatan penawaran dan permintaan.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia pada waktu-waktu tertentu melakukan sterilisasi di pasar valuta asing, khususnya pada saat terjadi gejolak kurs yang berlebihan.
Dalam mengelola cadangan devisa ini, Bank Indonesia lebih mengutamakan tercapainya tujuan likuiditas dan keamanan daripada keuntungan yang tinggi. Walaupun demikian, Bank Indonesia tetap mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di pasar internasional, sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya pergeseran dalam portfolio komposisi jenis penempatan cadangan devisa.
Dalam mengelola cadangan devisa yang optimal, Bank Indonesia menerapkan sistem diversifikasi, baik berdasarkan jenis valuta asing maupun berdasarkan jenis investasi surat berharga. Dengan cara tersebut diharapkan penurunan nilai dalam salah satu mata uang dapat dikompensasi oleh jenis mata uang lainnya atau penempatan lain yang mempunyai nilai yang lebih baik.
Tugas pemberian kredit program akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Pemerintah. Pengalihan tugas ini dimaksudkan agar Bank Indonesia dapat lebih memfokuskan perhatian pada pencapaian sasaran-sasaran moneter serta agar dapat tercipta pembagian tugas yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan:
- Kesempatan Kerja
- Kestabilan harga
- Neraca Pembayaran Internasional
Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Arah kebijakan didasarkan pada sasaran laju inflasi yang ingin dicapai dengan memperhatikan berbagai sasaran ekonomi makro lainnya, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Implementasi kebijakan moneter dilakukan dengan menetapkan suku bunga (BI Rate).
Perkembangan indikator tersebut dikendalikan melalui piranti moneter tidak langsung, yaitu menggunakan operasi pasar terbuka, penentuan tingkat diskonto, dan penetapan cadangan wajib minimum bagi perbankan.
Pendekatan pegendalian moneter secara tidak langsung ini telah dilakukan sejak 1983 dengan mekanisme operasional yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan pasar uang di dalam negeri.
- Operasi Pasar Terbuka
Penjualan SBI dilakukan melalui lelang sehingga tingkat diskonto yang terjadi benar-benar mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang. Sedangkan kegiatan intervensi rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menyesuaikan kondisi pasar uang, baik likuiditas maupun tingkat suku bunga.
- Penetapan Cadangan Wajib Minimum
Apabila Bank Indonesia memandang perlu untuk mengetatkan kebijakan moneter maka cadangan wajib tersebut dapat ditingkatkan, dan demikian pula sebaliknya.
- Peran sebagai Lender of The Last Resort
- Kebijakan Nilai Tukar
Secara garis besar, sejak tahun 1970, Indonesia telah menerapkan tiga sistem nilai tukar, yaitu sistem nilai tukar tetap mulai tahun 1970 sampai tahun 1978, sistem nilai tukar mengambang terkendali sejak tahun 1978, dan sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate system) sejak 14 Agustus 1997.
Dengan diberlakukannya sistem yang terakhir ini, nilai tukar rupiah sepenuhnya ditentukan oleh pasar sehingga kurs yang berlaku adalah benar-benar pencerminan keseimbangan antara kekuatan penawaran dan permintaan.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia pada waktu-waktu tertentu melakukan sterilisasi di pasar valuta asing, khususnya pada saat terjadi gejolak kurs yang berlebihan.
- Pengelolaan Cadangan Devisa
Dalam mengelola cadangan devisa ini, Bank Indonesia lebih mengutamakan tercapainya tujuan likuiditas dan keamanan daripada keuntungan yang tinggi. Walaupun demikian, Bank Indonesia tetap mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di pasar internasional, sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya pergeseran dalam portfolio komposisi jenis penempatan cadangan devisa.
Dalam mengelola cadangan devisa yang optimal, Bank Indonesia menerapkan sistem diversifikasi, baik berdasarkan jenis valuta asing maupun berdasarkan jenis investasi surat berharga. Dengan cara tersebut diharapkan penurunan nilai dalam salah satu mata uang dapat dikompensasi oleh jenis mata uang lainnya atau penempatan lain yang mempunyai nilai yang lebih baik.
- Kredit Program
Tugas pemberian kredit program akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Pemerintah. Pengalihan tugas ini dimaksudkan agar Bank Indonesia dapat lebih memfokuskan perhatian pada pencapaian sasaran-sasaran moneter serta agar dapat tercipta pembagian tugas yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia.
Tugas 11 (Inflasi)
Secara sederhana, inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.
Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
Pengelompokan Inflasi
Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :
Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi yang disebabkan oleh faktor yang bersifat kejutan yang bersifat sementara (temporer) yang akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.
Sementara inflasi juga dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari sisi penawaran ataupun yang bersifat kejutan (shocks) seperti kenaikan harga minyak dunia dan adanya gangguan panen atau banjir Dari bobot dalam keranjang IHK, bobot inflasi yang dipengaruhi oleh faktor kejutan diwakili oleh kelompok volatile food dan administered prices yang mencakup kurang lebih 40% dari bobot IHK.
Dengan demikian, kemampuan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi sangat terbatas apabila terdapat kejutan (shocks) yang sangat besar seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM di tahun 2005 dan 2008 sehingga menyebabkan adanya lonjakan inflasi.
Dengan pertimbangan bahwa laju inflasi juga dipengaruhi oleh faktor yang bersifat kejutan tersebut maka pencapaian sasaran inflasi memerlukan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah dan BI melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi baik dari kebijakan fiskal, moneter maupun sektoral. Lebih jauh, karakteristik inflasi Indonesia yang cukup rentan terhadap kejutan-kejutan (shocks) dari sisi penawaran memerlukan kebijakan-kebijakan khusus untuk permasalahan tersebut.
Dalam tataran teknis, koordinasi antara pemerintah dan BI telah diwujudkan dengan membentuk Tim Koordinasi Penetapan Sasaran, Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) di tingkat pusat sejak tahun 2005. Anggota TPI, terdiri dari Bank Indonesia dan departmen teknis terkait di Pemerintah seperti Departemen Keuangan, Kantor Menko Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, Departemen Perhubungan, dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Menyadari pentingnya koordinasi tersebut, sejak tahun 2008 pembentukan TPI diperluas hingga ke level daerah. Ke depan, koordinasi antara Pemerintah dan BI diharapkan akan semakin efektif dengan dukungan forum TPI baik pusat maupun daerah sehingga dapat terwujud inflasi yang rendah dan stabil, yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.
Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
- Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. [Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id]
- Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan.
Pengelompokan Inflasi
Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :
- Kelompok Bahan Makanan
- Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau
- Kelompok Perumahan
- Kelompok Sandang
- Kelompok Kesehatan
- Kelompok Pendidikan dan Olah Raga
- Kelompok Transportasi dan Komunikasi.
Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi yang disebabkan oleh faktor yang bersifat kejutan yang bersifat sementara (temporer) yang akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.
Sementara inflasi juga dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari sisi penawaran ataupun yang bersifat kejutan (shocks) seperti kenaikan harga minyak dunia dan adanya gangguan panen atau banjir Dari bobot dalam keranjang IHK, bobot inflasi yang dipengaruhi oleh faktor kejutan diwakili oleh kelompok volatile food dan administered prices yang mencakup kurang lebih 40% dari bobot IHK.
Dengan demikian, kemampuan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi sangat terbatas apabila terdapat kejutan (shocks) yang sangat besar seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM di tahun 2005 dan 2008 sehingga menyebabkan adanya lonjakan inflasi.
Dengan pertimbangan bahwa laju inflasi juga dipengaruhi oleh faktor yang bersifat kejutan tersebut maka pencapaian sasaran inflasi memerlukan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah dan BI melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi baik dari kebijakan fiskal, moneter maupun sektoral. Lebih jauh, karakteristik inflasi Indonesia yang cukup rentan terhadap kejutan-kejutan (shocks) dari sisi penawaran memerlukan kebijakan-kebijakan khusus untuk permasalahan tersebut.
Dalam tataran teknis, koordinasi antara pemerintah dan BI telah diwujudkan dengan membentuk Tim Koordinasi Penetapan Sasaran, Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) di tingkat pusat sejak tahun 2005. Anggota TPI, terdiri dari Bank Indonesia dan departmen teknis terkait di Pemerintah seperti Departemen Keuangan, Kantor Menko Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, Departemen Perhubungan, dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Menyadari pentingnya koordinasi tersebut, sejak tahun 2008 pembentukan TPI diperluas hingga ke level daerah. Ke depan, koordinasi antara Pemerintah dan BI diharapkan akan semakin efektif dengan dukungan forum TPI baik pusat maupun daerah sehingga dapat terwujud inflasi yang rendah dan stabil, yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Minggu, 10 April 2011
Diet Sehat untuk Mulut dan Gigi
Diet tidak hanya berlaku untuk menjaga kualitas asupan makanan dan membentuk tubuh menjadi indah. Ada diet yang dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.
Bila mendengar kata diet, yang terlintas di pikiran Anda bisa jadi adalah sederet peraturan mengenai makan yang dikonsumsi untuk menjaga berat badan dan bentuk tubuh yang ideal. Diet bisa juga dilakukan bagi mereka yang ingin mengubah pola makan menjadi sehat dan sesuai dengan asupan kalori yang dibutuhkan setiap harinya.
Bagaimana dengan kesehatan mulut dan gigi? Ternyata Anda bisa melakukan diet untuk menjaga area tubuh Anda yang selalu berhubungan dengan semua makanan yang Anda nikmati setiap harinya.
Selain dari perawatan seperti menyikat gigi, memakai benang gigi atau berkumur dengan mouthwash, tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas kesehatan mulut dan gigi terpengaruh dari apa yang Anda konsumsi. Demikian pula sebaliknya, apa yang Anda konsumsi akan bermasalah jika mulut dan gigi Anda tidak sehat.
Untuk menjaga hubungan yang harmonis antara kesehatan gigi dan mulut serta makanan yang Anda konsumsi, sebaiknya Anda mulai melakukan diet gigi dan mulut.
It's a Yes
Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk menjaga gigi dari kerapuhan dan keropos. Meskipun pasta gigi Anda dipercaya mengandung bahan yang dapat menguatkan gigi, memberi nutrisi dari dalam tubuh akan lebih baik. Karena itulah Anda memerlukan asupan susu berkalsium. Jika tidak suka susu, Anda bisa menggantinya dengan produk olahan susu seperti keju rendah garam ataupun plain yogurt.
Buah-buahan segar dan sayur juga makanan yang sehat untuk menjaga kesegaran mulut dan gigi. Pilihan buah seperti apel, pir, melon dan bengkoang adalah contoh buah kaya air dan rendah gula yang baik untuk mencegah produksi asam berlebih pada mulut.
A big NO
Makanan manis yang lengket adalah musuh terbesar gigi, Anda juga pasti sudah tahu itu. Ngemil permen di saat bosan atau di saat bekerja memang menyenangkan, tetapi hal ini akan memicu gigi untuk berteriak marah kepada Anda karena membiarkan gigi dalam kondisi dibalut gula lengket yang akan memicu mulut memproduksi asam yang bisa mengikis lapisan pelindung alami gigi.
Untuk mengganti permen kesukaan Anda yang mengandung banyak gula, gantilah dengan permen karet yang mengandung pemanis buatan, misalnya xylitol atau sacharin. Mengunyah permen karet tanpa gula selain baik untuk meredakan stres, juga baik untuk menjaga kesehatan gigi dan kesegaran mulut Anda. Selain itu, bila Anda sedang diet dan mengurangi konsumsi gula, pilihan permen karet sangat dianjurkan. Hanya saja, tetap batasi konsumsi permen karet, yang berlebihan tidak pernah baik bukan?
Bila mendengar kata diet, yang terlintas di pikiran Anda bisa jadi adalah sederet peraturan mengenai makan yang dikonsumsi untuk menjaga berat badan dan bentuk tubuh yang ideal. Diet bisa juga dilakukan bagi mereka yang ingin mengubah pola makan menjadi sehat dan sesuai dengan asupan kalori yang dibutuhkan setiap harinya.
Bagaimana dengan kesehatan mulut dan gigi? Ternyata Anda bisa melakukan diet untuk menjaga area tubuh Anda yang selalu berhubungan dengan semua makanan yang Anda nikmati setiap harinya.
Selain dari perawatan seperti menyikat gigi, memakai benang gigi atau berkumur dengan mouthwash, tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas kesehatan mulut dan gigi terpengaruh dari apa yang Anda konsumsi. Demikian pula sebaliknya, apa yang Anda konsumsi akan bermasalah jika mulut dan gigi Anda tidak sehat.
Untuk menjaga hubungan yang harmonis antara kesehatan gigi dan mulut serta makanan yang Anda konsumsi, sebaiknya Anda mulai melakukan diet gigi dan mulut.
It's a Yes
Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium untuk menjaga gigi dari kerapuhan dan keropos. Meskipun pasta gigi Anda dipercaya mengandung bahan yang dapat menguatkan gigi, memberi nutrisi dari dalam tubuh akan lebih baik. Karena itulah Anda memerlukan asupan susu berkalsium. Jika tidak suka susu, Anda bisa menggantinya dengan produk olahan susu seperti keju rendah garam ataupun plain yogurt.
Buah-buahan segar dan sayur juga makanan yang sehat untuk menjaga kesegaran mulut dan gigi. Pilihan buah seperti apel, pir, melon dan bengkoang adalah contoh buah kaya air dan rendah gula yang baik untuk mencegah produksi asam berlebih pada mulut.
A big NO
Makanan manis yang lengket adalah musuh terbesar gigi, Anda juga pasti sudah tahu itu. Ngemil permen di saat bosan atau di saat bekerja memang menyenangkan, tetapi hal ini akan memicu gigi untuk berteriak marah kepada Anda karena membiarkan gigi dalam kondisi dibalut gula lengket yang akan memicu mulut memproduksi asam yang bisa mengikis lapisan pelindung alami gigi.
Untuk mengganti permen kesukaan Anda yang mengandung banyak gula, gantilah dengan permen karet yang mengandung pemanis buatan, misalnya xylitol atau sacharin. Mengunyah permen karet tanpa gula selain baik untuk meredakan stres, juga baik untuk menjaga kesehatan gigi dan kesegaran mulut Anda. Selain itu, bila Anda sedang diet dan mengurangi konsumsi gula, pilihan permen karet sangat dianjurkan. Hanya saja, tetap batasi konsumsi permen karet, yang berlebihan tidak pernah baik bukan?
Jumat, 01 April 2011
Ancol
Taman rekreasi pantai ini merupakan tempat wisata paling lengkap dan cocok bagi semua lapisan masyarakat baik tua maupun muda. Berbagai sarana rekreasi dan hiburan dengan nuansa pantai seperti kolam renang, sepeda air, perahu layar, atraksi satwa laut dan panggung hiburan terdapat di sini. Gelanggang renang merupakan salah satu sarana rekreasi keluarga yang menyegarkan dan mengasyikan. Aneka bentuk kolam renang yang ada antara lain kolam arus, kolam luncur spiral, kolam lintasan, kolam jeram dan kolam ombak. Gelanggang samudera memberikan hiburan segar dan menghibur untuk keluarga dengan atraksi seperti pentas lumba – lumba, singa laut dan lainnya.
Pasar seni merupakan tempat yang nyaman untuk mencari cinderamata, lukisan dan karya seni lainnya sambil menyaksikan para seniman yang tengah berkarya. Terdapat juga beberapa rumah makan, ruang pameran serta panggung terbuka untuk pagelaran seni dan musik.
Seaworld adalah sebuah wahana yang menyajikan suasana alam bawah laut. Berbagai jenis satwa laut terpampang dari akuarium – akuarium besar, yang salah satunya merupakan aquarium terbesar di Asia Tenggara. Terdapat pula sebuah terowongan kaca yang membuat kita seolah berada dalam suasana dasar samudera.
Dunia Fantasi
Lokasinya bersebelahan dengan Ancol, Jakarta Bay City, taman rekreasi bertema ini suasananya dibuat sedemikian rupa sehingga pengunjung seolah tengah melakukan suatu perjalanan wisata keliling dunia. Kawasan Jakarta, kawasan Afrika dan kawasan koboi (cowboy) antara lain menampilkan panggung boneka Jakarta, komedi putar, komedi musikal, riam luncur, rumah miring dan arena adu ketangkasan.
Kawasan Indonesia, kawasan Asia dan kawasan Eropa menyajikan wahana arena bermain jungkang – jungkit, kapsul layang, pertunjukan boneka, pesawat putar, kereta laang, dan lainnya.
Taman Margasatwa Ragunan
Terletak sekitar 15 Km dari pusat kota Jakarta yaitu di jalan Harsono RM. No.1,Ragunan, Pasar Minggu. Taman margasatwa Ragunan menempati lahan seluas 185 hektar yang ditumbuhi aneka jenis pepohonan rindang, serta menjadi rumah dari 260 jenis satwa (termasuk yang terancam punah). Sedangkan jumlah satwa yang ada di taman margasatwa Ragunan ini mencapai sekitar 3.122 ekor baik yang berasal dai wilayah Indonesia maupun dari luar negeri. Saat ini taman margasatwa Ragunan memiliki satu wahana pusat primata schmuetzer yang berisi gorila sumbangan dri pemerintah Inggris serta aneka satwa perimata lainnya.
Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan taman budaya nusantara yang menempati area seluas lebih dari 120 hektar di daerah Pondok Gede Jakarta Timur. Selain menampilkan aspek keragaman seni, budaya serta adat istiadat masyarakat Indonesia yang digambarkan melalui keberadaan anjungan dari sebagian 33 provinsi yang terdapat di Indonesia, TMII juga memiliki sarana rekreasi seperti taman burung, taman anggrek, taman bunga, taman serangga, istana anak Indonesia, taman among putra, taman angsa, kereta monorel serta kereta gantung skylift.
Sebagai pusat informasi, TMII memiliki antara lain museum Indonesia, museum Asmat, museum transportasi, musium gaha widya putera, museum keprajuritan, museum peragaan iptek, museum Istiqlal, Museum persahabatan negara – negara Nonblok dan masih banyak lagi.
Jangan dilewatkan untuk menyaksikan pemutaran film tentang Indonesia di teater Imax Keong Emas.
Kepulauan Seribu
Terdiri dari sekitar 140 gugusan pulau – pulau kecil yang tersebar di perairan teluk Jakarta dan merupakan kawasan wisata bahari.
Pulau – pulau Ayer, Putri, Pelangi, Sepa dan Pantera telah dikembangkan sebagai Resor Island. Sarana – sarana transportasi, akomodasi serta fasilitas pendukung lainya seperti peralatan untuk olahraga air dan selam juga tersedia. Baca selanjutnya..
Pulau Tidung
Pulau tidung saat ini banyak dibicarakan di kalangan pelancong sebagai tujuan wisata baru yang tidak boleh dilewatkan. Pulau Tidung merupakan sebuah pulau di gugusan kepulauan seribu yang terletak di perairan sebelah utara kota Jakarta, jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 2,5 jam perjalanan laut menggunakan perahu dari pelabuhan Muara Angke dengan ongkos hanya sekitar Rp. 40.000. Baca selanjutnya..
Taman Ismail Marzuki
Didirikan pada tahun 1968, Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berada di Jl. Cikini Raya No. 73 ini merupakan pusat kegiatan kesenian di Jakarta. Selain menyelenggarakan pameran seni rupa, juga menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional maupun kontemporer.
Di dalam komplek TIM terdapat pula kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), pusat dokumentasi sastra HB. Yassin, Gedung Arsip, Galeri Citra, Graha Bakti Budaya dan gedung bioskop 21.
Planetarium
Merupakan buah gagasan presiden Soekarno pada tahun 1964, dibangun selama 5 tahun dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1969.
Di dalam bangunan berbentuk kubah ini pengunjung dapat menikmati sebuah miniatur alam raya dan gambar – gambar ruang angkasa yang diproyeksikan ke dinding kubah. Planetarium juga menyediakan alat teropong bintang yang pemakaiannya disesuaikan dengan jadwal mata acara pertunjukan dan keadaan cuaca.
Taman rekreasi pantai ini merupakan tempat wisata paling lengkap dan cocok bagi semua lapisan masyarakat baik tua maupun muda. Berbagai sarana rekreasi dan hiburan dengan nuansa pantai seperti kolam renang, sepeda air, perahu layar, atraksi satwa laut dan panggung hiburan terdapat di sini. Gelanggang renang merupakan salah satu sarana rekreasi keluarga yang menyegarkan dan mengasyikan. Aneka bentuk kolam renang yang ada antara lain kolam arus, kolam luncur spiral, kolam lintasan, kolam jeram dan kolam ombak. Gelanggang samudera memberikan hiburan segar dan menghibur untuk keluarga dengan atraksi seperti pentas lumba – lumba, singa laut dan lainnya.
Pasar seni merupakan tempat yang nyaman untuk mencari cinderamata, lukisan dan karya seni lainnya sambil menyaksikan para seniman yang tengah berkarya. Terdapat juga beberapa rumah makan, ruang pameran serta panggung terbuka untuk pagelaran seni dan musik.Seaworld adalah sebuah wahana yang menyajikan suasana alam bawah laut. Berbagai jenis satwa laut terpampang dari akuarium – akuarium besar, yang salah satunya merupakan aquarium terbesar di Asia Tenggara. Terdapat pula sebuah terowongan kaca yang membuat kita seolah berada dalam suasana dasar samudera.
Dunia Fantasi
Lokasinya bersebelahan dengan Ancol, Jakarta Bay City, taman rekreasi bertema ini suasananya dibuat sedemikian rupa sehingga pengunjung seolah tengah melakukan suatu perjalanan wisata keliling dunia. Kawasan Jakarta, kawasan Afrika dan kawasan koboi (cowboy) antara lain menampilkan panggung boneka Jakarta, komedi putar, komedi musikal, riam luncur, rumah miring dan arena adu ketangkasan.
Kawasan Indonesia, kawasan Asia dan kawasan Eropa menyajikan wahana arena bermain jungkang – jungkit, kapsul layang, pertunjukan boneka, pesawat putar, kereta laang, dan lainnya.
Taman Margasatwa Ragunan
Terletak sekitar 15 Km dari pusat kota Jakarta yaitu di jalan Harsono RM. No.1,Ragunan, Pasar Minggu. Taman margasatwa Ragunan menempati lahan seluas 185 hektar yang ditumbuhi aneka jenis pepohonan rindang, serta menjadi rumah dari 260 jenis satwa (termasuk yang terancam punah). Sedangkan jumlah satwa yang ada di taman margasatwa Ragunan ini mencapai sekitar 3.122 ekor baik yang berasal dai wilayah Indonesia maupun dari luar negeri. Saat ini taman margasatwa Ragunan memiliki satu wahana pusat primata schmuetzer yang berisi gorila sumbangan dri pemerintah Inggris serta aneka satwa perimata lainnya.
Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan taman budaya nusantara yang menempati area seluas lebih dari 120 hektar di daerah Pondok Gede Jakarta Timur. Selain menampilkan aspek keragaman seni, budaya serta adat istiadat masyarakat Indonesia yang digambarkan melalui keberadaan anjungan dari sebagian 33 provinsi yang terdapat di Indonesia, TMII juga memiliki sarana rekreasi seperti taman burung, taman anggrek, taman bunga, taman serangga, istana anak Indonesia, taman among putra, taman angsa, kereta monorel serta kereta gantung skylift.
Sebagai pusat informasi, TMII memiliki antara lain museum Indonesia, museum Asmat, museum transportasi, musium gaha widya putera, museum keprajuritan, museum peragaan iptek, museum Istiqlal, Museum persahabatan negara – negara Nonblok dan masih banyak lagi.
Jangan dilewatkan untuk menyaksikan pemutaran film tentang Indonesia di teater Imax Keong Emas.
Kepulauan Seribu
Terdiri dari sekitar 140 gugusan pulau – pulau kecil yang tersebar di perairan teluk Jakarta dan merupakan kawasan wisata bahari.
Pulau – pulau Ayer, Putri, Pelangi, Sepa dan Pantera telah dikembangkan sebagai Resor Island. Sarana – sarana transportasi, akomodasi serta fasilitas pendukung lainya seperti peralatan untuk olahraga air dan selam juga tersedia. Baca selanjutnya..
Pulau Tidung
Pulau tidung saat ini banyak dibicarakan di kalangan pelancong sebagai tujuan wisata baru yang tidak boleh dilewatkan. Pulau Tidung merupakan sebuah pulau di gugusan kepulauan seribu yang terletak di perairan sebelah utara kota Jakarta, jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 2,5 jam perjalanan laut menggunakan perahu dari pelabuhan Muara Angke dengan ongkos hanya sekitar Rp. 40.000. Baca selanjutnya..
Taman Ismail Marzuki
Didirikan pada tahun 1968, Taman Ismail Marzuki (TIM) yang berada di Jl. Cikini Raya No. 73 ini merupakan pusat kegiatan kesenian di Jakarta. Selain menyelenggarakan pameran seni rupa, juga menggelar berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional maupun kontemporer.
Di dalam komplek TIM terdapat pula kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), pusat dokumentasi sastra HB. Yassin, Gedung Arsip, Galeri Citra, Graha Bakti Budaya dan gedung bioskop 21.
Planetarium
Merupakan buah gagasan presiden Soekarno pada tahun 1964, dibangun selama 5 tahun dan diresmikan pada tanggal 1 Maret 1969.
Di dalam bangunan berbentuk kubah ini pengunjung dapat menikmati sebuah miniatur alam raya dan gambar – gambar ruang angkasa yang diproyeksikan ke dinding kubah. Planetarium juga menyediakan alat teropong bintang yang pemakaiannya disesuaikan dengan jadwal mata acara pertunjukan dan keadaan cuaca.
Tugas 1 (Perkembangan Perekonomian Indonesia 1979-1984)
Perekonomian Indonesia di masa PELITA III (1979-1984) menitikberatkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan, serta peningkatan industri yang mengolah bahan baku menjadi bahan jadi.
Dalam Repelita III unsur pemerataan lebih ditekankan kebijaksanaan delapan jalur pemerataan yang intinya adalah:
Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut.
Dampak Positif Kebijakan Ekonomi pada Masa PELITA III
Dalam Repelita III unsur pemerataan lebih ditekankan kebijaksanaan delapan jalur pemerataan yang intinya adalah:
- Pemerataan kebutuhan pokok rakyat , terutama pangan, sandang, dan perumahan.
- Pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan.
- Pemerataan pembagian pendapatan.
- Pemerataan perluasan kesempatan kerja.
- Pemerataan usaha, khususnya bagi golongan ekonomi lemah.
- Pemerataan kesempatan berpartisipasi, khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
- Pemerataan pembangunan antar daerah.
- Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Isi Trilogi Pembagunan adalah sebagai berikut.
- Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
- Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Dampak Positif Kebijakan Ekonomi pada Masa PELITA III
- Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit.
- Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras).
- Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat.
- Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat.
Tugas 3 (Kebijakan Fiskal)
Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan men-stabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Perubahan tingkat dan komposisi pajak dan pengeluaran pemerintah dapat memengaruhi variabel-variabel berikut:
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.
ekonomi.
- Permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi
- Pola persebaran sumber daya
- Distribusi pendapatan
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran
1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.
2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.
ekonomi.
Tugas 5 (Kebijakan Perdagangan Internasional)
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
Manfaat perdagangan internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.
Peraturan/Regulasi Perdagangan Internasional
Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. pada abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran diantaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut kadang-kadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.
Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat, walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa. Belanda dan Inggris Raya keduanya mendukung penuh perdagangan bebas dimana mereka secara ekonomis dominan, sekarang Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya. Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi. Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif, termasuk investasi luar negri langsung, pembelian, dan fasilitasi perdagangan. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan dnegan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai.
Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir, bagaimanapun. Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya.
Selama reses ada seringkali tekanan domestik untuk meningkatkan tarif dalam rangka memproteksi industri dalam negri. Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi tersebut.
Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade Organization pada level global, dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti MerCOSUR di Amerika Selatan, NAFTA antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, dan Uni Eropa anatara 27 negara mandiri. Pertemuan Buenos Aires tahun 2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin. Kesepakatan serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun belakangan ini.
Manfaat perdagangan internasional
Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.
- Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
- Memperoleh keuntungan dari spesialisasi
- Memperluas pasar dan menambah keuntungan
- Transfer teknologi modern
Peraturan/Regulasi Perdagangan Internasional
Umumnya perdagangan diregulasikan melalui perjanjian bilatera antara dua negara. Selama berabad-abad dibawah kepercayaan dalam Merkantilisme kebanyakan negara memiliki tarif tinggi dan banyak pembatasan dalam perdagangan internasional. pada abad ke 19, terutama di Britania, ada kepercayaan akan perdagangan bebas menjadi yang terpenting dan pandangan ini mendominasi pemikiran diantaranegara barat untuk beberapa waktu sejak itu dimana hal tersebut membawa mereka ke kemunduran besar Britania. Pada tahun-tahun sejak Perang Dunia II, perjanjian multilateral kontroversial seperti GATT dab WTO memberikan usaha untuk membuat regulasi lobal dalam perdagangan internasional. Kesepakatan perdagangan tersebut kadang-kadang berujung pada protes dan ketidakpuasan dengan klaim dari perdagangan yang tidak adil yang tidak menguntungkan secara mutual.
Perdagangan bebas biasanya didukung dengan kuat oleh sebagian besar negara yang berekonomi kuat, walaupun mereka kadang-kadang melakukan proteksi selektif untuk industri-industri yang penting secara strategis seperti proteksi tarif untuk agrikultur oleh Amerika Serikat dan Eropa. Belanda dan Inggris Raya keduanya mendukung penuh perdagangan bebas dimana mereka secara ekonomis dominan, sekarang Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Jepang merupakan pendukung terbesarnya. Bagaimanapun, banyak negara lain (seperti India, Rusia, dan Tiongkok) menjadi pendukung perdagangan bebas karena telah menjadi kuat secara ekonomi. Karena tingkat tarif turun ada juga keinginan untuk menegosiasikan usaha non tarif, termasuk investasi luar negri langsung, pembelian, dan fasilitasi perdagangan. Wujud lain dari biaya transaksi dihubungkan dnegan perdagangan pertemuan dan prosedur cukai.
Umumnya kepentingan agrikultur biasanya dalam koridor dari perdagangan bebas dan sektor manufaktur seringnya didukung oleh proteksi. Ini telah berubah pada beberapa tahun terakhir, bagaimanapun. Faktanya, lobi agrikultur, khususnya di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang, merupakan penanggung jawab utama untuk peraturan tertentu pada perjanjian internasional besar yang memungkinkan proteksi lebih dalam agrikultur dibandingkan kebanyakan barang dan jasa lainnya.
Selama reses ada seringkali tekanan domestik untuk meningkatkan tarif dalam rangka memproteksi industri dalam negri. Ini terjadi di seluruh dunia selama Depresi Besar membuat kolapsnya perdagangan dunia yang dipercaya memperdalam depresi tersebut.
Regulasi dari perdagangan internasional diselesaikan melalui World Trade Organization pada level global, dan melalui beberapa kesepakatan regional seperti MerCOSUR di Amerika Selatan, NAFTA antara Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, dan Uni Eropa anatara 27 negara mandiri. Pertemuan Buenos Aires tahun 2005 membicarakan pembuatan dari Free Trade Area of America (FTAA) gagal total karena penolakan dari populasi negara-negara Amerika Latin. Kesepakatan serupa seperti MAI (Multilateral Agreement on Invesment) juga gagal pada tahun-tahun belakangan ini.
Tugas 4 (Kebijakan Moneter)
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan:
Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Arah kebijakan didasarkan pada sasaran laju inflasi yang ingin dicapai dengan memperhatikan berbagai sasaran ekonomi makro lainnya, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Implementasi kebijakan moneter dilakukan dengan menetapkan suku bunga (BI Rate).
Perkembangan indikator tersebut dikendalikan melalui piranti moneter tidak langsung, yaitu menggunakan operasi pasar terbuka, penentuan tingkat diskonto, dan penetapan cadangan wajib minimum bagi perbankan.
Pendekatan pegendalian moneter secara tidak langsung ini telah dilakukan sejak 1983 dengan mekanisme operasional yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan pasar uang di dalam negeri.
Penjualan SBI dilakukan melalui lelang sehingga tingkat diskonto yang terjadi benar-benar mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang. Sedangkan kegiatan intervensi rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menyesuaikan kondisi pasar uang, baik likuiditas maupun tingkat suku bunga.
Apabila Bank Indonesia memandang perlu untuk mengetatkan kebijakan moneter maka cadangan wajib tersebut dapat ditingkatkan, dan demikian pula sebaliknya.
Secara garis besar, sejak tahun 1970, Indonesia telah menerapkan tiga sistem nilai tukar, yaitu sistem nilai tukar tetap mulai tahun 1970 sampai tahun 1978, sistem nilai tukar mengambang terkendali sejak tahun 1978, dan sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate system) sejak 14 Agustus 1997.
Dengan diberlakukannya sistem yang terakhir ini, nilai tukar rupiah sepenuhnya ditentukan oleh pasar sehingga kurs yang berlaku adalah benar-benar pencerminan keseimbangan antara kekuatan penawaran dan permintaan.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia pada waktu-waktu tertentu melakukan sterilisasi di pasar valuta asing, khususnya pada saat terjadi gejolak kurs yang berlebihan.
Dalam mengelola cadangan devisa ini, Bank Indonesia lebih mengutamakan tercapainya tujuan likuiditas dan keamanan daripada keuntungan yang tinggi. Walaupun demikian, Bank Indonesia tetap mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di pasar internasional, sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya pergeseran dalam portfolio komposisi jenis penempatan cadangan devisa.
Dalam mengelola cadangan devisa yang optimal, Bank Indonesia menerapkan sistem diversifikasi, baik berdasarkan jenis valuta asing maupun berdasarkan jenis investasi surat berharga. Dengan cara tersebut diharapkan penurunan nilai dalam salah satu mata uang dapat dikompensasi oleh jenis mata uang lainnya atau penempatan lain yang mempunyai nilai yang lebih baik.
Tugas pemberian kredit program akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Pemerintah. Pengalihan tugas ini dimaksudkan agar Bank Indonesia dapat lebih memfokuskan perhatian pada pencapaian sasaran-sasaran moneter serta agar dapat tercipta pembagian tugas yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan:
- Kesempatan Kerja
- Kestabilan harga
- Neraca Pembayaran Internasional
Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
Sebagai otoritas moneter, Bank Indonesia menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Arah kebijakan didasarkan pada sasaran laju inflasi yang ingin dicapai dengan memperhatikan berbagai sasaran ekonomi makro lainnya, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Implementasi kebijakan moneter dilakukan dengan menetapkan suku bunga (BI Rate).
Perkembangan indikator tersebut dikendalikan melalui piranti moneter tidak langsung, yaitu menggunakan operasi pasar terbuka, penentuan tingkat diskonto, dan penetapan cadangan wajib minimum bagi perbankan.
Pendekatan pegendalian moneter secara tidak langsung ini telah dilakukan sejak 1983 dengan mekanisme operasional yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan pasar uang di dalam negeri.
- Operasi Pasar Terbuka
Penjualan SBI dilakukan melalui lelang sehingga tingkat diskonto yang terjadi benar-benar mencerminkan kondisi likuiditas pasar uang. Sedangkan kegiatan intervensi rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menyesuaikan kondisi pasar uang, baik likuiditas maupun tingkat suku bunga.
- Penetapan Cadangan Wajib Minimum
Apabila Bank Indonesia memandang perlu untuk mengetatkan kebijakan moneter maka cadangan wajib tersebut dapat ditingkatkan, dan demikian pula sebaliknya.
- Peran sebagai Lender of The Last Resort
- Kebijakan Nilai Tukar
Secara garis besar, sejak tahun 1970, Indonesia telah menerapkan tiga sistem nilai tukar, yaitu sistem nilai tukar tetap mulai tahun 1970 sampai tahun 1978, sistem nilai tukar mengambang terkendali sejak tahun 1978, dan sistem nilai tukar mengambang bebas (free floating exchange rate system) sejak 14 Agustus 1997.
Dengan diberlakukannya sistem yang terakhir ini, nilai tukar rupiah sepenuhnya ditentukan oleh pasar sehingga kurs yang berlaku adalah benar-benar pencerminan keseimbangan antara kekuatan penawaran dan permintaan.
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia pada waktu-waktu tertentu melakukan sterilisasi di pasar valuta asing, khususnya pada saat terjadi gejolak kurs yang berlebihan.
- Pengelolaan Cadangan Devisa
Dalam mengelola cadangan devisa ini, Bank Indonesia lebih mengutamakan tercapainya tujuan likuiditas dan keamanan daripada keuntungan yang tinggi. Walaupun demikian, Bank Indonesia tetap mempertimbangkan perkembangan yang terjadi di pasar internasional, sehingga tidak tertutup kemungkinan terjadinya pergeseran dalam portfolio komposisi jenis penempatan cadangan devisa.
Dalam mengelola cadangan devisa yang optimal, Bank Indonesia menerapkan sistem diversifikasi, baik berdasarkan jenis valuta asing maupun berdasarkan jenis investasi surat berharga. Dengan cara tersebut diharapkan penurunan nilai dalam salah satu mata uang dapat dikompensasi oleh jenis mata uang lainnya atau penempatan lain yang mempunyai nilai yang lebih baik.
- Kredit Program
Tugas pemberian kredit program akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditunjuk Pemerintah. Pengalihan tugas ini dimaksudkan agar Bank Indonesia dapat lebih memfokuskan perhatian pada pencapaian sasaran-sasaran moneter serta agar dapat tercipta pembagian tugas yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia.
Tugas 11 (Inflasi)
Secara sederhana, inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.
Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
Pengelompokan Inflasi
Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :
Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi yang disebabkan oleh faktor yang bersifat kejutan yang bersifat sementara (temporer) yang akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.
Sementara inflasi juga dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari sisi penawaran ataupun yang bersifat kejutan (shocks) seperti kenaikan harga minyak dunia dan adanya gangguan panen atau banjir Dari bobot dalam keranjang IHK, bobot inflasi yang dipengaruhi oleh faktor kejutan diwakili oleh kelompok volatile food dan administered prices yang mencakup kurang lebih 40% dari bobot IHK.
Dengan demikian, kemampuan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi sangat terbatas apabila terdapat kejutan (shocks) yang sangat besar seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM di tahun 2005 dan 2008 sehingga menyebabkan adanya lonjakan inflasi.
Dengan pertimbangan bahwa laju inflasi juga dipengaruhi oleh faktor yang bersifat kejutan tersebut maka pencapaian sasaran inflasi memerlukan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah dan BI melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi baik dari kebijakan fiskal, moneter maupun sektoral. Lebih jauh, karakteristik inflasi Indonesia yang cukup rentan terhadap kejutan-kejutan (shocks) dari sisi penawaran memerlukan kebijakan-kebijakan khusus untuk permasalahan tersebut.
Dalam tataran teknis, koordinasi antara pemerintah dan BI telah diwujudkan dengan membentuk Tim Koordinasi Penetapan Sasaran, Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) di tingkat pusat sejak tahun 2005. Anggota TPI, terdiri dari Bank Indonesia dan departmen teknis terkait di Pemerintah seperti Departemen Keuangan, Kantor Menko Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, Departemen Perhubungan, dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Menyadari pentingnya koordinasi tersebut, sejak tahun 2008 pembentukan TPI diperluas hingga ke level daerah. Ke depan, koordinasi antara Pemerintah dan BI diharapkan akan semakin efektif dengan dukungan forum TPI baik pusat maupun daerah sehingga dapat terwujud inflasi yang rendah dan stabil, yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan.
Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Sejak Juli 2008, paket barang dan jasa dalam keranjang IHK telah dilakukan atas dasar Survei Biaya Hidup (SBH) Tahun 2007 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kemudian, BPS akan memonitor perkembangan harga dari barang dan jasa tersebut secara bulanan di beberapa kota, di pasar tradisional dan modern terhadap beberapa jenis barang/jasa di setiap kota.
Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
- Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar dari suatu komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. [Penjelasan lebih detail mengenai IHPB dapat dilihat pada web site Badan Pusat Statistik www.bps.go.id]
- Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan.
Pengelompokan Inflasi
Inflasi yang diukur dengan IHK di Indonesia dikelompokan ke dalam 7 kelompok pengeluaran (berdasarkan the Classification of individual consumption by purpose - COICOP), yaitu :
- Kelompok Bahan Makanan
- Kelompok Makanan Jadi, Minuman, dan Tembakau
- Kelompok Perumahan
- Kelompok Sandang
- Kelompok Kesehatan
- Kelompok Pendidikan dan Olah Raga
- Kelompok Transportasi dan Komunikasi.
Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi yang disebabkan oleh faktor yang bersifat kejutan yang bersifat sementara (temporer) yang akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.
Sementara inflasi juga dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari sisi penawaran ataupun yang bersifat kejutan (shocks) seperti kenaikan harga minyak dunia dan adanya gangguan panen atau banjir Dari bobot dalam keranjang IHK, bobot inflasi yang dipengaruhi oleh faktor kejutan diwakili oleh kelompok volatile food dan administered prices yang mencakup kurang lebih 40% dari bobot IHK.
Dengan demikian, kemampuan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi sangat terbatas apabila terdapat kejutan (shocks) yang sangat besar seperti ketika terjadi kenaikan harga BBM di tahun 2005 dan 2008 sehingga menyebabkan adanya lonjakan inflasi.
Dengan pertimbangan bahwa laju inflasi juga dipengaruhi oleh faktor yang bersifat kejutan tersebut maka pencapaian sasaran inflasi memerlukan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah dan BI melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi baik dari kebijakan fiskal, moneter maupun sektoral. Lebih jauh, karakteristik inflasi Indonesia yang cukup rentan terhadap kejutan-kejutan (shocks) dari sisi penawaran memerlukan kebijakan-kebijakan khusus untuk permasalahan tersebut.
Dalam tataran teknis, koordinasi antara pemerintah dan BI telah diwujudkan dengan membentuk Tim Koordinasi Penetapan Sasaran, Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) di tingkat pusat sejak tahun 2005. Anggota TPI, terdiri dari Bank Indonesia dan departmen teknis terkait di Pemerintah seperti Departemen Keuangan, Kantor Menko Bidang Perekonomian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Departemen Perdagangan, Departemen Pertanian, Departemen Perhubungan, dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Menyadari pentingnya koordinasi tersebut, sejak tahun 2008 pembentukan TPI diperluas hingga ke level daerah. Ke depan, koordinasi antara Pemerintah dan BI diharapkan akan semakin efektif dengan dukungan forum TPI baik pusat maupun daerah sehingga dapat terwujud inflasi yang rendah dan stabil, yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan.
Langganan:
Postingan (Atom)
